film bournelegacy

Setelah sukses dengan tiga film sebelumnya The Bourne Identity pada tahun 2002, The Bourne Supremacy di tahun 2004 dan The Bourne Ultimatum tahun 2007, kisah agen rahasia Amerika Serikat itu kembali berlanjut di The Bourne Legacy. Jason Bourne membuat CIA harus mengubah kebijakan mereka menutup Operasi Outcome untuk menghapus jejak kebobrokan agency. Mereka menggantinya dengan Operasi Treadstone. Sayangnya, agen Operasi Outcome masih lebih berkembang dan terlatih daripada hasil operasi Treadstone. Meski begitu, agen-agen seperti Jason Bourne yang dihasilkan Operasi Outcome masih ada dan sangat ahli sebagai pembunuh. Untuk menghilangkan jejak tersebut agen CIA, Byer pun mulai membunuh para agen Outcome dengan memberi sebuah obat khusus. Aaron Cross adalah satu dari agen Outcome yang menjadi sasaran. Beruntung Aaron berhasil lolos dari serangan yang sudah direncanakan dengan rapi. Sementara di tempat lain Marta Shearing seorang dokter yang melakukan riset membuat obat khusus untuk para agen Outcome harus berjuang menyelamatkan diri karena dirinya masuk daftar orang-orang yang harus disingkirkan.

Meski tidak dibintangi Matt Damon, The Bourne Legacy tidak kehilangan ruhnya. Jeremy Ranner berhasil memerankan tokoh Aaron. Selain memerankan sosok agen yang berbeda Jeremy mampu menciptakan sosok agen baru yang lebih cepat, tepat dan rapi dalam membunuh. Kemampuan yang dimiliki hampir mirip layaknya para agen rahasia. Kehadiran Rachel Weisz sebagai dokter Marta juga bukan hanya pemanis. I-Listeners, sebagai film action. The Bourne Legacy memberikan semua kepuasan aksi mulai dari aksi tembak-menembak, kejar-kejaran pakai motor dengan tensi tinggi di gang sempit kota Manila, Filipina sampai intrik khas ala agen rahasia. Apalagi dengan penguasaan teknologi efek yang dihasilkan film ini tidak kalah dengan trilogi Bourne sebelumnya. Secara keseluruhan film ini sangat menyenangkan untuk ditonton. Ceritanya mudah dimengerti dan memberikan ketegangan tingkat tinggi yang membuat adrenalin terus terpompa.

SHARE