Erick Thohir Minta Restorasi Relief Bersejarah di Sarinah

30
0

Renovasi besar-besaran gedung Sarinah di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, mengungkap satu temuan yang mengejutkan. Tak banyak orang yang tahu kalau ada relief di Sarinah.

Karya tersebut berada di ground floor, dalam sebuah ruang tertutup di belakang bekas gerai makanan cepat saji. Relief berukuran 12 x 3 meter menggambarkan petani, nelayan, dan perempuan yang membawa barang dagangan. Relief itu memantik teka-teki, mulai dari siapa pembuatnya hingga mengapa selama ini tersembunyi? Sempat muncul dugaan bahwa relief itu baru ditemukan.

Direktur Utama PT Sarinah (Persero ) Fetty Kwartati menyatakan karya seni rupa patung relief ini melambangkan kegiatan ekonomi rakyat jelata yang pada saat itu bertumpu pada hasil pertanian, perkebunan, perikan dan kerajinan. Selaku proklamator dan presiden pertama Indonesia, Bung Karno adalah seorang seniman dan yang mencetuskan pembuatan karya seni ini.  keberpihakan kepada ekonomi kerakyatan sudah merupakan semangat para pendiri bangsa ini.

Sementara itu, Anggota Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Asikin menyebut, karya seni ini ukurannya sangat epik serta gigantik. Bahkan pada saat dibuat sudah menggunakan teknologi pengecoran panel tunggal modern.

Demikian pula saat Sarinah dibangun sebagai perwujudan modernisasi yang pada masanya adalah mercu suar kebangkitan ekonomi bangsa yang unggul yang berpihak pada ekonomi rakyat yang  istilah saat ini adalah UMKM.

Menurut Asikin, Relief ini juga terus mengingatkan amanah Sarinah untuk membesarkan mereka. Sejarah Sarinah yang pada tahun 80’an yang pernah terbakar dan pelebaran koridor pengunjung relief ini dipindahkan dan disimpan di lantai dasar. Berkenaan dengan transformasi dan renovasi Gedung Sarinah maka relief ini akan direstorasi dan dipamerkan saat pemugaran usai dan Sarinah beroperasi kembali.

Menteri BUMN Erick Thohir yang berkesempatan melakukan kunjungan untuk melihat langsung progres pemugaran Gedung Sarinah dalam rangka transformasi bisnis Sarinah juga mengagumi maha karya ini.

Erick menyatakan bahwa bangsa besar adalah bangsa yang mengenal sejarahnya. Untuk itu, ia pun meminta agar karya ini direstorasi sedapat-dapatnya kembali seperti sedia kala, dan saat Sarinah kembali dibuka relief ini dapat dipamerkan kepada publik.

Seniman Jogja Pembuat Relief

Untuk diketahui, Relief ini menurut catatan beberapa ahli sejarah, dan seni rupa nasional,  dibuat oleh kelompok seniman Yogyakarta pada masa konstruksi (1962-1966) yang menampilkan para penjaja dan pelapak yang melambangkan perjuangan rakyat kecil mencari nafkah. Menurut catatan pencipta tahu pembuatan relief ini adalah kelompok pematung, pelukis dari Yogyakarta.

Siapa arsitek atau desainer patung ini masih ditelusuri oleh TACB juga blue print atau cetak birunya, karena penting untuk pekerjaan restorasi.

[teks timnewsroom/sarinah | foto kemendikbud]