Kecemasan Rio Febrian Garap Lagu di Swedia

425

Rio Febrian baru saja merilis album keenamnya yang berjudul Love Is. Delapan dari 13 lagu yang ada di album ini digarap Rio di The Kennel Studios, Stockholm, Swedia selama dua pekan.

Rio bercerita mendapat tawaran untuk menggarap lagu di ‘negeri orang’ ini dari Managing Director Sony Music Alexander Sancara. Pria berdarah campuran Manado-Betawi ini ternyata sempat khawatir setelah mendapat tawaran itu.

Pelantun lagu Nada Kasih ini mengaku takut bakal terkendala bahasa dan  merasa orang-orang di sana tidak mengenal ia maupun musiknya. Namun kekhawatiran itu pupus.

“Jadi bahasa musik yang terjadi di Swedia. Dua minggu, delapan lagu, amaze juga,” ungkap Rio saat jumpa pers di kawasan Kemang, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Rio mengatakan salah satu yang bikin proses penggarapan albumnya berlangsung cepat di sana adalah sistem yang teratur.

“Kita tinggal milih yang cocok kerja sama kita. Nggak ada sesuatu yang membedakan, cuma sistem kerja mereka sudah teratur,” tambah suami dari Sabria Kono ini.

Saat penggarapan album Love Is di Swedia, Rio berkolaborasi dengan sejumlah musisi Swedia, seperti Gustav Efraimsson, Iggy Strange-Dahl, Olof Lindskog, Jonathan dan Borjesson.

Selain dengan musisi Swedia, Rio juga bekerjasama dengan sejumlah musisi dalam negeri. Di antaranya, Andi Rianto, Irwan Simanjuntak, Stephan Santoso, Mhala Numata, Lale, Ilman, Nino, dan Alam Urbach. « [teks @pria_nastar/essthia foto @ghiboo/riofebrian.com]