Perubahan Budaya Nongkrong Sebelum dan Saat Corona

190
0
Tempat Nongkrong
Tempat Nongkrong

Masyarakat Indonesia identik dengan budaya berkumpul atau nongkrong, baik itu sehabis berkegiatan atau sekedang iseng-iseng. Namun, setahun belakangan ini budaya nongkrong berubah semenjak Covid-19 atau corona datang.

Perbedaan sangat terasa dirasakan ketika sedang berkumpul atau nongkrong bersama teman-teman saat pandemi covid dan sebelum covid. Banyak protokol kesehatan yang harus ditaati saat kita berada di cafe atau tempat makan.

Kali ini, iradio telah merangkum beberapa perubahan yang dialami ketika sedang nongkrong saat pandemi.

Nongkrong Tidak Bisa Sampai Larut

Tempat Nongkrong
Nongkrong Hingga Larut

Dulu ketika belum adanya virus corona, banyak dari cafe-cafe yang buka hingga tengah malam. Namun, kini semua berbeda sejak diberlakukannya PSBB.

Warung-warung atau tempat makan rata-rata hanya buka sampai jam 8 malam. Apabila melanggar dari peraturan tersebut, maka pihak cafe bisa kena denda. Bahkan, hal ini menyebabkan banyak tempat makan yang tutup permanen akibat tidak dapat pemasukan.

Terpaksa, para pelanggan pun tidak bisa berlama-lama untuk bertegur sapa dengan karibnya.

Baca Juga : Tradisi Unik Yang Hanya Ada di Indonesia

Tidak Bisa Saling Icip Makanan

Makan Bersama
Makan Bersama

Hal yang lumrah saat sedang membeli makanan borsama teman, saling mencicipi makanan satu sama lain. Tapi, hal ini hanya berlaku sebelum pandemi.

Sejak pandemi, adanya ketakutan untuk bertukar makanan ataupun minuman. Ini untuk mencegah dari penularan virus corona.

Padahal momen-momen ini sangat dirindukan unduk berbagi dan saling mencoba makanan satu sama lain.

Tidak Bisa Makan Di Tempat

Take Away
Take Away

Banyak tempot makan yang hanya melayani take away atau makanan tidak boleh makan di tempat dan harus dibawa pulang. Bagi sebagian orang yang bosan di rumah, ini sangatlah menjemukan.

Sensasi makan dibawa pulang dengan makan di tempot, tenta sangat beda. Jika di rumah, biasanya kita tidak bisa tertawa lepas bersama teman-teman karena tidak enak dengan tetangga di samping rumah.

Tongkrongan Sepi

Tempat nongkrong
Cafe Palu

Meskipun café-café atau tempat telah menerapkan protocol kesehatan, namun tetap ada saja yang masih parno dengan corona. Bahkan, ia sangat menjauhi kegiatan kumpul-kumpul dan berusaha untuk tidak dekat-dekat dengan kumpulan orang.

Ajakan untuk nongkrong atau berkumpul pun pasti ditolaknya secara mentah-mentah. Walaupun nongkrong juga sambal menerapkan protocol kesehatan.