Mengenal Sesar Cugenang yang Jadi Penyebab Gempa Cianjur

13
0
Mengenal Sesar Cugenang yang Jadi Penyebab Gempa Cianjur

I-Listeners, Cianjur kembali diguncang gempa pada Selasa (24/1) yang disebabkan oleh Sesar Cugenang menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG.

Sesar sendiri merupakan bidang batas antara dua fraksi kulit Bumi yang mengalami gerakan atau pergeseran relatif kelompok batuan terhadap blok lainnya.

Mengenal Sesar Cugenang yang Jadi Penyebab Gempa Cianjur

Kemudian, daerah yang berada di atas sesar yang masih aktif pergeserannya merupakan zona rawan gempa. Sesar Cugenang diketahui membentang sepanjang kurang lebih 9 kilometer dan melintasi sedikitnya sembilan desa.

“Berdasarkan hasil analisis focal mechanism serta memerhatikan posisi episenter gempa utama dan gempa susulan, dapat diketahui bahwa patahan pembangkit gempa bumi Cianjur merupakan patahan baru,” ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono.

BMKG juga telah menyelesaikan pemetaan bahaya gempa bumi akibat Sesar Cugenang. Berdasarkan pemetaan tersebut, BMKG mengungkaptiga zona bahaya gempa bumi, yakni Zona Terlarang (Merah), Zona Terbatas (Orange) dan Zona Bersyarat (Kuning).

Zona Merah

Zona Terlarang memiliki kriteria zona dengan “sempadan” Patahan Aktif Cugenang 0-10 meter ke kanan dan ke kiri tegak lurus jurus patahan. BMKG merekomendasikan agar Zona Terlarang dikosongkan atau bangunan yang ada direlokasi, dilarang pembangunan kembali dan pembangunan baru.

Zona Oranye

Zona Terbatas atau zona oranye memiliki kriteria dengan sempadan Patahan Aktif Cugenang 10 meter hingga 1 kilometer ke kanan dan ke kiri tegak lurus jurus patahan. Zona ini memiliki kerentanan tinggi akibat deformasi dan getaran gempa, dan atau merupakan zona kerentanan menengah gerakan tanah.

Zona Kuning

Terakhir ada Zona Bersyarat dengan kriteria sempadan Patahan Aktif Cugenang lebih dari 1 kilometer ke kanan dan ke kiri tegak lurus jurus patahan.

Baca Juga: Asnawi Sepakat Gabung K-League Jeonnam Dragons

Zona ini memiliki kerentanan menengah hingga rendah akibat deformasi dan getaran gempa, dan atau merupakan zona kerentanan rendah hingga sangat rendah yang berarti aman dari gerakan tanah.

Fadi Syah