Masih Diterpa Masalah, Arema FC Pertimbangkan untuk Bubar

19
0
Masih Diterpa Masalah, Arema FC Pertimbangkan untuk Bubar

Sampai saat ini, klub Arema FC terus menerus ditimpa masalah buntut dari tragedi kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu.

Terbaru, kantor Arema FC di Jalan Mayjen Panjaitan, Malang, didemo ratusan Arek Malang, Minggu (29/1/2023) yang berujung ricuh.

Diketahui, aksi penyampaian pendapat itu didasarkan karena kurangnya empati Arema FC pada korban Tragedi Kanjuruhan.

Masih Diterpa Masalah, Arema FC Pertimbangkan untuk Bubar

Hingga kini, sebanyak 107 orang sudah ditangkap pascakejadian itu. Manajemen Arema FC mengambil sikap atas perusakan kantor mereka.

Pihak Arema FC mengungkapkan telah berusaha maksimal atas Tragedi Kanjuruhan yang memakan korban jiwa lebih dari 130 korban jiwa. Komisaris PT. Arema Aremania Bersatu Berprestasi Indonesia (PT. AABBI) Tatang Dwi Arfianto yang mengungkapkan itu.

Setelah musibah yang terjadi akhir tahun talu, Tantang menerangkan jika Arema FC telah membuka crisis center untuk membantu penanganan korban, menghadapi proses dan gugatan hukum baik pidana dan perdata.

Tatang juga menjelaskan berbagai langkah lain yang telah diupayakan untuk memperbaiki situasi.

Baca Juga: Tips Mengatasi Kekurangan Air di Musim Kemarau Menurut BMKG

“Menjaga eksistensi klub meski dengan berbagai sanksi dan denda dari federasi, memberikan layanan trauma healing, serta menjaga eksistensi klub agar tetap bertahan” tambah Tatang.

Masih Diterpa Masalah, Arema FC Pertimbangkan untuk Bubar

Namun, dengan penolakan Arek Malang dan perusakan kantor, Arema mulai mempertimbangkan untuk membubarkan diri. Selain itu, Arema juga kesusahan untuk mencari kandang di Liga 1 karena ditolak bermain di mana-mana.

“Direksi dan manajemen berkumpul, membicarakan langkah berikutnya seperti apa. Jika sebelumnya kita memikirkan banyak masyarakat Malang yang hidup dari sepakbola utamanya Arema FC, seperti UMKM, pedagang kaki lima sampai usaha kecil lainnya,”

“Tapi jika dirasa Arema FC ini dianggap mengganggu kondusifitas, tentu ada pertimbangan tersendiri terkait eksistensinya atau seperti apa tapi kami tetap menyerahkan kepada banyak pihak,” pungkas Tatang.

Bagaimana tanggapan Anda terkait masalah yang dihadapi Arema Malang I-Listeners?