Gunung Merapi Sering Erupsi Ancam Kepunahan 12 Mamalia

16
0
Gunung Merapi Sering Erupsi Ancam Kepunahan 12 Mamalia

Belakangan ini Gunung Merapi sering erupsi sejak Sabtu (11/3) yang mengancam kepunahan 12 mamalia di Taman Nasional Gunung Merapi atau TNGM.

Diketahui sejak rentetan erupsi yang terjadi hari Sabtu lalu, Gunung Merapi dilaporkan mengeluarkan awan panas guguran sebanyak 68 kali.

Gunung Merapi Sering Erupsi Ancam Kepunahan 12 Mamalia

Berdasarkan laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), kejadian awan panas guguran terbanyak tercatat pada hari Sabtu yakni sebanyak 40 kali. Dengan jarak luncur maksimum 3,7 kilometer ke arah barat daya.

Pada Minggu (12/3), awan panas guguran tercatat sebanyak 21 kali. Jarak maksimum dua kilometer ke arah barat daya. Kemudian Senin (13/3) sebanyak dua kali dengan jarak paling jauh 1,5 kilometer ke arah barat daya.

Mengacu hasil penelitian mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Kehutanan Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Nurpana Sulaksono, fenomena tersebut mengancam 12 jenis mamalia karena habitat terganggu.

Gunung Merapi Sering Erupsi Ancam Kepunahan 12 Mamalia

“Menggunakan puluhan kamera jebakan, diketahui ada 12 jenis mamalia, 10 di antaranya jenis mamalia darat. Yang paling banyak itu adalah monyet ekor panjang, kijang, landak, dan luwak,” kata Nurpana Sulaksono dalam keterangan resmi UGM diterima di Yogyakarta, Selasa.

Baca Juga: Jokowi Tegaskan Larangan Impor Senjata Selain yang Canggih

Sebanyak 12 jenis hewan mamalia berukuran besar hingga sedang yang tinggal di area TNGM, di antaranya monyet, kijang, landak, garangan, lutung, babi hutan, trenggiling, kucing hutan, lutung, biul, rase, dan tupai terbang.

Menurut Nurpana, gangguan alam yang mengancam keberadaan satwa liar di area Merapi, berupa bencana erupsi yang terjadi secara periodik.

Selain itu, gangguan dari aktivitas manusia berupa kegiatan perumputan, penambangan, dan aktivitas wisata di wilayah itu.