Bola Resmi Piala Dunia 2022 Ternyata Diproduksi di Madiun

17
0

Meskipun timnas Indonesia belum dapat bertanding di pagelaran sekelas Piala Dunia, namun ternyata karya dari Anak Bangsa turut ikut andil dalam ajang Piala Dunia Qatar 2022. Bola Al Rihla yang digunakan untuk Piala Dunia 2022, ternyata merupakan buatan Madiun.

Negara Indonesia turut berjasa dalam ajang Piala Dunia 2022 yang saat ini tengah berlangsung. Indonesia dipercaya untuk memproduksi bola resmi Piala Dunia Qatar 2022 yang bernama Al Rihla.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, telah mengungkapkan bahwa bola Al Rihla yang dipakai untuk ajang Piala Dunia 2022 diproduksi PT Global Way Indonesia (GWI) di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Adidas memercayakan Indonesia’s Global Way untuk memproduksi bola tersebut.

“Piala Dunia 2022 di Qatar, mungkin baru bola buatan Indonesia, Made in Adidas dari Madiun (Al Rihla) yang ikut meramaikan kompetisi empat tahunan tersebut. Tapi InsyaAllah, Piala Dunia yang akan datang, Timnas Indonesia juga bisa ikut berlaga. Aamiin YRA. ” tulisnya dalam akun Instagram resminya @khofifah.ip.

Global Way Indonesia sendiri sudah bertahun-tahun bekerja sama dengan Adidas. Bahkan, PT GWI menjadi langganan dengan empat kali dipercaya untuk memproduksi perlengkapan Piala Dunia.

“Memang kami ada dua lokasi produksi, yaitu di China dan di Indonesia. Paling banyak produksi di Indonesia, sekitar 70%. Total sudah empat kali produksi bola untuk FIFA World Cup,” jelas General Manager Long Way Group Jeftha Wardojo kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Jokowi: Pemerintah Beri Bantuan Rumah Warga yang Rusak Akibat Gempa Cianjur

Bola Al Rihla sendiri memiliki teknologi yang sangat canggih. Teknologi Semi-Automated Offside Technology (SAOT) disematkan di dalam bola Al Rihla. Ini merupakan pertama kalinya di ajang Piala Dunia menggunakan bola dengan teknologi SAOT.

Teknologi SAOT ini dapat membantu wasit saat laga berlangsung. Dengan teknologi ini membuat wasit dapat menentukan keputusan terjadinya offside terjadi atau tidak.

 

Penulis: Rifqi Fadhillah