5 Tradisi Unik Saat Isra Miraj di Indonesia yang Penuh Makna

49
0

Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW selalu menjadi momen spesial bagi umat Islam di Indonesia.

Isra Miraj dalam agama Islam dikenal sebagai peristiwa besar yang merupakan cikal bakal perintah salat lima waktu yang menjadi kewajiban umat muslim. Isra Miraj terjadi pada malam 27 Rajab menurut kalender Hijriah.

Di berbagai daerah, tradisi unik dan penuh makna mewarnai perayaan ini. Berikut beberapa tradisi unik Isra Miraj di Indonesia:

1. Rajaban di Cirebon

Masyarakat Cirebon, Jawa Barat, memiliki tradisi “Rajaban” untuk memperingati Isra Miraj. Tradisi ini dilakukan dengan ziarah ke makam Pangeran Kejaksan dan Pangeran Panjunan di Plangon, dua tokoh ulama penyebar Islam di Cirebon.

2. Nganggung di Bangka Belitung

Tradisi Nganggung Masyarakat Melayu Babel saat Idul Fitri, Ini Maknanya –  Media Pemberitaan Online
https://kilasbabel.com/2023/04/21/tradisi-nganggung-masyarakat-melayu-babel-saat-idul-fitri-ini-maknanya/

Di Bangka Belitung, tradisi “Nganggung” menjadi tradisi unik saat Isra Miraj. Tradisi ini berupa pawai ancak, miniatur masjid, dan replika Buraq yang diiringi dengan musik tradisional.

Baca Juga: Demo di Depan Gedung DPR, Warga Diimbau Hindari Jalan Gatot Subroto

3. Rejeban Peksi Buraq Yogyakarta

8 Tradisi Perayaan Isra Mikraj di Indonesia dan Berbagai Negara Dunia
https://berita.99.co/tradisi-perayaan-isra-mikraj/

Yogyakarta memiliki tradisi “Rejeban Peksi Buraq” yang dimeriahkan dengan pawai ancak berbentuk burung Buraq. Tradisi ini melambangkan perjalanan Nabi Muhammad SAW menembus langit ketujuh.

4. Khatam Kitab Arjo Temanggung

Masyarakat Desa Wonohoyo, Temanggung, Jawa Tengah, memiliki tradisi “Khatam Kitab Arjo” untuk memperingati Isra Miraj. Tradisi ini dilakukan dengan membaca Kitab Arjo yang berisi kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW.

5. Ngurisan di Gresik

5 Tradisi Isra Miraj di Indonesia, Penuh Sentuhan Kearifan Lokal
https://travel.kompas.com/read/2024/01/18/090900727/5-tradisi-isra-miraj-di-indonesia-penuh-sentuhan-kearifan-lokal

Tradisi “Ngurisan” di Gresik, Jawa Timur, dilakukan dengan memotong rambut anak-anak yang berusia di bawah tujuh tahun. Tradisi ini diiringi dengan doa agar anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang sholeh dan sholehah.

Tradisi-tradisi unik ini tidak hanya menjadi bentuk perayaan Isra Miraj, tetapi juga menjadi sarana untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal di berbagai daerah di Indonesia. Di balik kemeriahan tradisi, terkandung makna spiritual yang mengingatkan umat Islam untuk selalu meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT.