Angin Puting Beliung Rancaekek jadi Badai Topan Pertama di Indonesia

318
0

Angin puting beliung muncul wilayah Rancaekek, Kabupaten Bandung dan sebagian wilayah Sumedang, Rabu (21/2/2024) sore.

Sejumlah bangunan rusak, pohon tumbang, truk terguling dan sepeda motor terjatuh. Kejadian itu juga menyebabkan 29 orang mengalami luka-luka akibat terjangan angin puting beliung.

Melansir dari laman Detikcom, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG Andri Ramdhani mengatakan puting beliung merupakan fenomena angin kencang yang bentuknya berputar kencang menyerupai belalai dan dapat menimbulkan kerusakan di sekitar lokasi kejadian.

Baca Juga: Jokowi Lantik Hadi Tjahjanto dan AHY Jadi Menteri Baru

Dia mengatakan puting beliung terbentuk dari sistem awan cumulonimbus (CB), yang memiliki karakteristik menimbulkan terjadinya cuaca ekstrem.

“Kejadian angin puting beliung dapat terjadi dalam periode waktu yang singkat dengan durasi kejadian umumnya kurang dari 10 menit. Prospek secara umum untuk kemungkinan terjadinya dapat diidentifikasi secara general, di mana fenomena puting beliung umumnya dapat lebih sering terjadi pada periode peralihan musim dan dan tidak menutup kemungkinan terjadi juga di periode musim hujan,” kata Andri.

Pantau Lokasi Bencana Puting Beliung Rancaekek, Bey Minta Warga Tingkatkan  Kewaspadaan
https://mediaindonesia.com/jabar/berita/653525/pantau-lokasi-bencana-puting-beliung-rancaekek-bey-minta-warga-tingkatkan-kewaspadaan

Saat ini juga terpantau adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat Pulau Sumatera yang mengakibatkan terbentuknya area netral poin dengan area pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi) serta belokan angin (shearline) berada di sekitar wilayah Jawa Barat.