Wacana Pemasangan Chatra di Candi Borobudur Tuai Pro Kontra

45
0
Wacana Pemasangan Chatra di Candi Borobudur Tuai Pro Kontra

Wacana pemasangan kembali Chatra di puncak stupa Candi Borobudur menuai pro dan kontra, I-Listeners.

Sebelumnya Menteri Agama (Menag) Yaqut Choli Quomas memberi usulan untuk memasang kembali chatra di Candi Borobudur. Namun, Arkeolog tidak setuju dengan ide pemasangan chatra di Candi Borobudur, karena keasliannya yang diragukan.

Wacana Pemasangan Chatra di Candi Borobudur Tuai Pro Kontra

Chatra sendiri merupakan semacam penutup yang berada di stupa paling atas Candi Borobudur. Bentuk chatra seperti payung, di mana sekarang belum dipasang di Candi Borobudur, karena masih tersimpan di Museum Karmawibhangga Taman Wisata Candi Borobudur.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, optimistis pemasangan chatra bisa menggaet kedatangan turis dan Candi Borobudur menjadi magnet wisata religi, khususnya bagi umat Budhha di dunia.

“Kalau wisata spiritual ini dikembangkan, maka ada potensi kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 2 juta. Dari total 2 juta wisatawan mancanegara untuk spiritual, ini harus dibuat beberapa tambahan fasilitas mereka beribadah,” jelas Sandiaga dalam konferensi pers di Kemenparekraf, Senin (24/7).

Wacana Pemasangan Chatra di Candi Borobudur Tuai Pro Kontra

Akan tetapi, karena Candi Borobudur adalah situs yang dilindungi UNESCO, pemasangan chatra perlu berkoordinasi dengan berbagai pihak dan tidak bisa dilakukan sembarangan.

“Karena ini situs UNESCO secara heritage, tentu dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait termasuk UNESCO karena kita menjaga aspek konservasinya,” ujar Sandi.

Di sisi lain, Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Marsis Sutopo mengungkapkan jika usulan pemasangan chatra di Borobudur pernah disampaikan pada 2008. Ketika itu, berdasarkan hasil seminar dan diskusi melibatkan arkeolog senior dan ahli pemugaran, disimpulkan chatra tidak layak dipasang.

Baca Juga: 3 Aksi Vandalisme Jemaah Indoensia di Situs Arab Saudi

“Dulu sekitar tahun 2008/2009 pernah ada permintaan (pemasangan). Setelah melalui kajian dan diskusi para ahli disimpulkan chatra tidak layak dipasang kembali karena diragukan keasliannya,” kata Marsis, seperti dikutip dari Detik, Senin (24/7).

Bagaimana menurut Anda terkait wacana pemasangan Chatra di Candi Borobudur?