Raisa Rilis Single ‘Teristimewa’ Jelang Konser di GBK

180
0

Penyanyi Raisa Andriana meluncurkan single terbarunya berjudul ‘Teristimewa’ pada Kamis (13/2) di tengah persiapannya melangsungkan konser tunggal di Stadion Utama Gelora Bung Karno tahun ini.

Penyanyi berusia 29 tahun itu menyebut karya terbarunya menceritakan tentang kekagumannya terhadap orang-orang yang telah memberikan inspirasi, energi, dan motivasi. ‘Teristimewa’ menjadi single teranyar Raisa, menyusul single ‘You’ yang dikeluarkannya pada akhir 2019 lalu.

“Lagu ini mengingatkan kita buat don’t judge a book by it’s cover. Memang kedengarannya sangat cliche tapi kalau misalkan kamu spend time untuk mengenali seseorang, orang itu bisa bikin kamu kaget banget, dan orang itu bisa berperan penting dalam hidup kamu ke depannya,” ungkap Raisa saat jumpa pers di bilangan Senayan, Jakarta, dikutip dari Mediaindonesia.com.

Raisa mengungkapkan bahwa ia menulis lagu ‘Teristimewa’ pada akhir 2018. Proses pembuatan lagu pertama kali dikerjakan langsung di rumahnya dan dibantu oleh komposer Haris Pranowo serta Marco Steffiano; music director yang juga drummer Barasuara. Selanjutnya, proses pengerjaannya berpindah tangan ke produser asal Los Angeles Camden Bench dan mixing engineer Erik Madrid.

“Teristimewa kayak lagu Jatuh Hati 2.0. Lebih dewasa, versi lebih dalamnya. Aku merasa lagu ini point of view yang sama, lagu cinta dari orang yang sama, tetap dari aku, untuk orang-orang yang teristimewa,” ujar Raisa.

Sementara itu CEO Juni Records Adryanto Pratono atau yang akrab disapa Boim, mengungkapkan bahwa single ‘Teristimewa’ menjadi salah satu rangkaian pembuka dari kampanye konser tunggal Raisa di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) yang akan dihelat pada 27 Juni mendatang.

“Ini tahun yang sibuk buat Raisa. Persiapan konser semakin intens, sambil Raisa tetap produktif dalam merilis lagu dan tetap akan eksplor semua yang baru dan seru tentang musiknya. Seperti Teristimewa, menurut saya banyak ruang yang dieksplorasi Raisa di lagu ini,” tutur Boim.

Tidak hanya merupakan konser tunggal solois perempuan pertama yang digelar di GBK, Boim menyebut bahwa konser itu juga bak movement atau gerakan dan kolaborasi yang pernah dikerjakan Raisa dan manajemennya.

Dalam menggelar konser tersebut, Raisa menggandeng kolaborator-kolaborator baru yang piawai di bidangnya seperti Edy Khemod (drummer Seringai & creative director rumah produksi Cerahati) sebagai Creative Director, Ezar Pramananda Darnadi sebagai Stage & Lighting Desainer, dan  Ernanda Putra dari Makna Creative sebagai Digital Creative Partner yang akan membuat koleksi merchandise konser.

“Konsep soal journey dan harapan ke depannya apa, nah itu lah yang pengen direpresent baik dari pertunjukannya maupun dari panggung sendiri. Konser ini merupakan konser dengan setlist terpanjang bagi Raisa. Paduan grafis visual karya Isha Hening, koreografi, dan panggung sebesar lapangan bola akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan,” terang Edy Khemod.

Konser Raisa berskala stadium yang dimotori oleh JUNI Concert tersebut digelar dalam rangka merayakan 10 tahun perjalananannya sebagai penyanyi. Tiket konser yang bertajuk Raisa Live in Concert Stadion Utama Gelora Bung Karno itu tersebut dijual dalam berbagai kategori mulai dari festival, silver, gold, hingga platinum yang dijual mulai dari kisaran harga Rp 150.000 hingga Rp 3.000.000. (M-2).

Dengan kapasitas GBK yang dapat menampung 50.000 orang tersebut, Raisa akan menggunakan panggung penuh yang besar dan masif dengan struktur berstrandar internasional, seperti yang pernah digunakan dalam konser Guns N’ Roses dan Ed Sheeran di GBK.

Selain diperbantukan dengan koreografer, untuk menyemarakkan konser tunggalnya tersebut akan ada permainan teknologi modern dalam tata panggung yang akan bertransformasi dari satu penampilannya ke penampilan menggambarkan perjalanan karirnya hingga menjadi penyanyi kenamaan tanah air saat ini.

[teks berbagaisumber | foto medcom]