Primata Luncurkan Video Musik Terbaru “Sebelum Terlalu Mati”

71
0

Trio rock instrumental Primata, meluncurkan video musik perdana mereka pada hari Senin, 20 Januari 2020. Video musik untuk lagu anyar berjudul “Sebelum Terlalu Mati” itu ditulis dan disutradarai oleh gitaris Primata sendiri, Rama Wirawan.

Fiksi-ilmiah dipilih menjadi tema video berdurasi sekitar enam menit tersebut. Lewat video ini, Primata bermaksud menyuguhkan ilustrasi seperti apa bumi di masa yang akan datang apabila gaya hidup manusia tetap tidak ramah lingkungan.

“Kita sudah tidak bisa lagi menyepelekan sekecil apapun sumber pencemaran yang kita ciptakan,” kata Rama Wirawan. “Karena pencemaran udara diprediksi akan naik hingga tiga kali lipat pada 2030.”

Video yang mengambil beberapa lokasi di Kota Bekasi, Jawa Barat ini dikerjakan selama kurang lebih 18 jam secara kolektif. Puti Cinintya selaku penata artistik mengaku merasa tertantang mengerjakan video musik ini.

“Ini pengalaman pertama saya menjadi penata artistik video musik, sebelumnya saya hanya menerapkan pada photoshoot,” jelas Puti sebelum menambahkan. “Bicara pencemaran udara, yang terbayang di kepala adalah bagaimana jukstaposisi udara yang ‘segar’ dan ‘sesak’ bisa disandingkan dalam satu cerita. Sedikit banyak visual terinspirasi dari Maze Runner, Interstellar dan Midsommar.

Tema lagu “Sebelum Terlalu Mati” sendiri terinspirasi dari istilah Near-Term Human Extinction (NTHE) atau Menjelang Kepunahan Manusia tentang kemungkinan kepunahan manusia pada 2030 yang dicetuskan oleh ilmuwan asal Amerika Serikat, Guy R. McPherson.

Sementara itu, untuk nuansa music dalam lagu ini yang terdengar berbeda dengan lagu-lagu Primata sebelumnya, diakui oleh Rama terinspirasi oleh sebuah band yang pernah ia tonton dan sempat berbagi panggung juga dengan Primata.

“Lagu ‘Sebelum Terlalu Mati’ yang lebih melodius terinspirasi dari band Semiotika. Waktu itu saya melihat Bibing asyik memainkan bagian solo yang membuat saya berkeinginan untuk punya lagu melodius,” kata Rama.

Primata terbentuk pada tahun 2014 di Jakarta. Band yang terdiri dari Adhitomo Kusumo (bassis), Rama Wirawan (gitaris), dan Ria Antika (pemain drum) ini telah merilis beberapa album mini dan single dalam enam tahun terakhir, seperti: “Kupu-kupu” (single, 2014), “Khaga” (single, 2016), Avani (album mini, 2016), “Tebang!” (single, 2018), Studio Live Session (album mini, 2018), dan yang terakhir “Sebelum Terlalu Mati” (single, 2020).

[teks timnewsroom | foto primata]