Presiden Jokowi beri sumbangan untuk Ibu Eni

229
0

Jusriani alias Eni terus banjir simpatik, mulai dari masyarakat, menteri, bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang disebutkan mengirimkan uang melalui dua orang yang mengaku suruhannya senilai Rp 10 juta.

Eni banjir simpatik usai warung makan miliknya didatangi Satpol PP Kota Serang karena membuka jam operasional siang hari saat orang berpuasa. Namun, masyarakat sedih ketika melihat wajah ketakutan Eni saat petugas Satpol PP justru menyita masakannya.

“Ada bantuan dari Pak Jokowi tadi orang suruhannya yang berikan langsung ke sini,” kata Eni, Minggu (12/6).

Ibu Eni mengungkapkan, dua orang tersebut juga mengatakan presiden berpesan agar uang yang diberikan digunakan untuk menyelesaikan utang.

Tak hanya Jokowi, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo juga berencana memberikan bantuan kepada Eni melalui uang saku pribadinya. Ia juga akan menyerahkan bantuan kepada pedagang lainnya.

“Saya pribadi sebagai Mendagri memberikan dana sebagai modal kerja kepada penjual makanan yang disita satpol PP,” tutupnya.

Tjahjo sendiri mengimbau Satpol PP dalam menertibkan warung makan tidak terlalu berlebihan. Oleh sebab itu, Tjahjo meminta direktur Satpol PP Kemendagri menegur Satpol PP di seluruh Indonesia.

“Bahwa dalam melaksanakan keputusan/instruksi kepala daerah atau melaksanakan mengamankan perda di daerah untuk bersikap simpatik, mengedepankan penyuluhan. Tidak ‘over akting’ yang menimbulkan ketidak simpatiknya masyarakat kepada pemerintahan baik pusat maupun daerah harus intropeksi,” ujarnya.

Seperti diketahui, raut wajah Jusriani hanya bisa pasrah sambil menangis melihat semua dagangan makanannya diangkut Satpol PP Kota Serang, Banten. Dia tidak bisa melawan, hanya menangis sambil merengek agar makanannya tidak diangkut.

Peristiwa itu terjadi tepat di hari ke 3 puasa atau Rabu, 8 Juni 2016 lalu. Petugas Satpol PP kala itu langsung menyerobot masuk ke warung Eni, panggilan sehari-hari Jusriani, di Pasar Rau Kota Serang. Itu dilakukan lantaran Eni dianggap melanggar Peraturan Daerah (Perda). Semua lauk pauk baru matang diangkut petugas dan tak tersisa.

“Ini (warung) baru buka. Ikan juga belum saya kasih sambel. Semuanya sudah diangkut (Satpol PP),” keluh Jusriani kala itu.

Razia ini membuat Eni syok. Dia bahkan jatuh sakit atas insiden kelam dialaminya. Dia hanya terbaring sambil mengingat pengalaman pahitnya.

Simpati Netizen untuk Ibu Eni

Melihat derita Eni, salah seorang netizen yang tinggal di Jakarta bernama Dwika Putra berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk membantu para penjual makanan yang dirazia Satpol PP tersebut.

Lewat akun Twitter-nya, Dwika mengajak netizen untuk menyumbang melalui nomor rekening miliknya.

“Pukul 24.00 WIB kurang kemarin, saya langsung cari ATM buat kosongin rekening saya, saya sisakan Rp 400.000. Saya share nomor (rekeningnya) kalau ada yang mau donasi untuk ibu itu silakan,” ujar Dwika, Sabtu (11/6).

Dwika mengatakan dia hanya berniat membantu seorang ibu yang kehilangan mata pencahariannya, tidak mau berpikir mengenai peraturan daerah yang memuat aturan untuk warung nasi itu. Dia juga tidak peduli dengan masalah agama yang terkandung di dalamnya.

Upaya penggalangan dana mendapat tanggapan positif. Bisa dikatakan, netizen bersatu padu untuk membantu sang ibu. Per pukul 12.00 WIB, Minggu (12/6/2016), Dwika sudah menutup donasi tersebut.

Dalam laporannya yang terbaru, Dwika menyebutkan telah menerima sebanyak 2.427 donasi. Total uang yang terkumpul sebanyak Rp 265.534.758. Rencananya, bukan hanya Saeni yang akan diberi bantuan. Bantuan juga akan diberikan kepada penjual nasi lainnya yang menjadi terkena razia Satpol PP. [teks eko/berbagai sumber |foto merdeka.com ]

 

LEAVE A REPLY