Pemerintah Belanda Serahkan Keris Milik Pangeran Diponegoro

63
0

Jakarta (10/03) Pemerintah Kerajaan Belanda menyerahkan sebilah keris bertatah emas yang diklaim sebagai keris milik Pangeran Diponegoro, kepada Presiden Joko Widodo.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan keris milik Pangeran Diponegoro yang dikembalikan oleh Raja Belanda Willem-Alexander itu akan disimpan di museum. Meski begitu, Retno mengaku belum tahu persis lokasi museum yang akan dipilih.

“Pastinya disimpan dengan baik di museum. Tapi itu nanti apa namanya, Pak Dirjen Kebudayaan yang akan lebih detail mengenai barang itu akan ditaruh di mana,” kata Retno saat ditemui di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa, (10/03) sepeti dikutip dari Tempo.co.

Keris ini dikembalikan pada 3 Maret lalu oleh pemerintah Belanda kepada Presiden Joko Widodo, lewat Duta Besar Belanda untuk Indonesia. Hari ini, saat Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti mengunjungi Jokowi di Istana Bogor, keris ini dipertunjukan.

Retno mengatakan pengembalian keris Diponegoro itu prosesnya sudah cukup lama. Penelitian dilakukan oleh pemerintah Belanda yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia. Penelitian dilakukan untuk memastikan bahwa keris itu benar-benar milik pahlawan nasional kelahiran Yogyakarta itu.

Beberapa minggu sebelum kunjungan Raja dan Ratu Belanda, Retno mengatakan Indonesia mengirimkan tim ke Belanda, yang diikuti oleh Dirjen Kebudayaan. Kunjungan itu untuk mengecek kepastian bahwa keris itu adalah benar-benar milik Pangeran Diponegoro.

“Dengan datangnya tim dari Indonesia maka sudah dikonfirmasikan keris tersebut adalah Keris Diponegoro dan kemudian dikembalikan ke Indonesia,” kata Retno.

Keris ini menjadi pusat perhatian Jokowi usai ia menggelar hubungan bilateral dengan Raja Belanda Willem-Alexander. Usai konferensi pers, Jokowi nampak mendatangi keris yang dipajang di salah satu sudut istana. Keris berwarna keemasan itu nampak dipajang di dalam kotak kaca khusus.

Pangeran Diponegoro adalah pemimpin Perang Jawa melawan pemerintah Hindia Belanda pada 1825-1830. Dia ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 1975. Nama besarnya diabadikan dalam penamaan sejumlah tempat, seperti nama jalan, stadion, universitas, maupun nama komando daerah militer.

[teks timnewsroom/tempo | foto biropers]