Glass, Akhir Permainan Psikologis Superhero

92

Selalu ada alasan atau latar belakang mengapa orang bisa berbuat jahat. Kira-kira begitulah pesan yang coba disampaikan film Glass. Sekuel terbaru dari film Unbreakable (2000) dan Split (2017) karya  Sutradara M. Night Shyamalan. Glass menjadi film terakhir dari trilogi dua film itu. Sekaligus kelanjutan kisah dari sang manusia super, David Dunn (Bruce Willis), psikopat berkepribadian ganda, Kevin (James  McAvoy), serta Elijah Price (Samuel L.Jackson) yang juga dikenal dengan nama Mr. Glass.

Dikisahkan David Dunn (Bruce Willis) manusia yang memiliki kekuatan super karena tidak bisa terluka dan bisa melihat dosa orang lain, masih terus melanjutkan hidupnya sambil terus memburu Kevin, sosok yang punya 24 kepribadian yang hobi menculik gadis-gadis remaja, menyiksa dan membunuh mereka. Berbekal sedikit perangkat teknologi kekinian, David bersama putranya Joseph mencari sosok pria yang dijuluki “The Beast” itu. Sementara, Elijah Price yang dijuliki sebagai si manusia rapuh masih duduk termangu di kursi rodanya. Terlihat depresi tapi ternyata ia adalah sosok mastermind yang terobsesi pada cerita komik superhero.

Hingga akhirnya mereka bertiga dipertemukan oleh  Dr. Ellie Staple (Sarah Paulson), seorang psikiatris handal yang ditugaskan untuk merawat ketiga tokoh super tersebut. Dr Ellie memiliki teori untuk mengubah persepsi dan isi kepala David, Kevin dan Elijah.

Glass seolah membawa penonton pada sebuah pola permainan psikologis yang sebenarnya cukup sulit ditebak, hingga bagian akhir film. Beda dengan kebanyakan film superhero yang menawarkan tentang kekuatan atau kostum dan senjata keren. Glass lebih pada menitikberatkan permainan pikiran yang membuat superhero tidak seindah yang dibayangkan.

Seperti di film Split, kemampuan berakting James McAvoy memerankan sosok Kevin Wendell Crumb yang memiliki 24 kepribadian begitu mengesankan. Akting McAvoy yang terlihat natural, membuat film ini menarik untuk terus dinikmati sampai akhir film.

Hanya saja, film ini akan terasa membingungkan bagi anda yang tidak familiar dengan dua film terdahulunya Unbreakable dan Split, karena alur cerita di film Glass ini akan terhubung dengan dua film tersebut. Untuk itu, supaya tidak bingung dan bertanya-tanya, IRadio menyarankan sebaiknya menonton kedua film pendahulunya Unbreakable dan Split, sebelum menonton Glass. Apalagi akan ada beberapa twist yang tidak terduga. Selamat menonton.

Berikut ini trailer film Glass :

[teks timnewsroom | foto Universal Pictures]