Formula E Berhasil Beri Dampak Ekonomi Sebesar RP2,6 Triliun ke DKI Jakarta

17
0
Formula E Berhasil Beri Dampak Ekonomi Sebesar RP2,6 Triliun ke DKI Jakarta

Ajang Formula E yang digelar di DKI Jakarta (E-Prinx) beberapa waktu lalu berhasil memberikan dampak ekonomi sebesar Rp2,6 triliun ke Ibukota menurut Institute for Development of Economics and Finance (Indef).

Angka tersebutterdiri atas dampak terhadap PDRB DKI Jakarta sebesar Rp 2,041 triliun dan dampak langsung sebesar Rp597 miliar. Dampak ekonomi langsung tidak hanya dilihat dari satu hari penyelenggaraan, tetapi dari awal persiapan ajang.

Formula E Berhasil Beri Dampak Ekonomi Sebesar RP2,6 Triliun ke DKI Jakarta

“(Dampak selama) setahun, jangka pendek. Itu kami coba hitung dampak ekonomi langsung. Pertama, dari alokasi capex (belanja modal). Kemudian alokasi opex (belanja operasional), commitment fee event Jakarta E-Prix, pembelian tiket, transaksi pengunjung UMKM, dan pengeluaran pengunjung,” kata ekonom INDEF Rizal Taufikurahman dalam diskusi publik Dampak Penyelenggaraan Jakarta E-Prix 2020, Kamis (23/6).

Apabila dirinci, dampak langsung pagelaran itu terdiri dari alokasi capex gelaran tersebut mencapai Rp213 miliar dan alokasi opex sebesar Rp112 miliar. Kemudian, commitment fee event sebesar Rp219 miliar, pembelian tiket dan pengeluaran pengunjung sebesar Rp52,4 miliar. Lalu, transaksi pengunjung UMKM sebesar Rp4,54 miliar.

Formula E Berhasil Beri Dampak Ekonomi Sebesar RP2,6 Triliun ke DKI Jakarta

Selain itu, penyelenggaraan Jakarta E-Prix juga berdampak pada peningkatan kerja ekonomi sektoral Jakarta dengan peningkatan paling tinggi pada sektor rekreasi dan jasa lainnya sebesar 0,4 persen. Disisi lain sektor komunikasi (0,313 persen), jasa bisnis (0,303 persen), komputer dan elektronik (0,214 persen) dan transportasi udara dan darat (0,208 persen).

Baca Juga: Kebijakan Baru Minyak Goreng Curah, Harus Gunakan PeduliLindungi dan NIK

Semoga ekonomi di DKI Jakarta dan Indonesia bisa kembali normal dan mengalami peningkatan I-Listeners!

 

Penulis: Fadia Syah Putranto