Dr.Tirta Beberkan Rahasia Mengapa Warga Baduy Tidak Pernah Positif Covid-19

1438
0
Dr.Tirta Beberkan Rahasia Mengapa Warga Baduy Tidak Pernah Positif Covid-19

Indonesia hingga kini masih berjuang untuk memerangi virus Covid-19 yang kian banyak memakan korban di Tanah Air. Meski begitu, ada satu daerah di Cisimeut, Kabupaten Lebak, Banten yang sampai saat ini masyarakatnya belum ada yang positif Covid-19. Daerah ini diketahui ditinggali oleh masyarakat Baduy.

Dr.Tirta Beberkan Rahasia Mengapa Warga Baduy Tidak Pernah Positif Covid-19

Menurut Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Tirta Mandira mengatakan bahwa warga Baduy tidak ada yang kena Covid-19 dikarenakan masyarakatnya patuh terhadap segala protokol kesehatan. Selain itu, mobilitas yang terkontrol di kawasan Baduy membuat lingkungan mereka terjada dari virus-virus yang dibawa oleh orang luar.

“Kita perlu kita contoh warga yang sangat terikat kekeluargaannya, hubungan antar manusia, hubungan adat dan ketua adat,” tutur dr.Tirta

“Mereka semua patuh, jika ketua adat bicara A, maka semua warga patuh. Maka itu mobilitas warga bisa dikontrol,”

“Mereka juga dikenal selalu menjauhi perdebatan, bagi mereka yang penting jaga kesehatan,” pungkasnya.

Dr.Tirta Beberkan Rahasia Mengapa Warga Baduy Tidak Pernah Positif Covid-19

Diketahui, dari pertama kalinya Covid-19 hadir di Indonesia dari Maret 2020 lalu hingga Juni 2021, tidak satu pun warga Baduy yang terkena virus Corona. Hal ini juga konfirmasi oleh dr Maytri Nurmaningsih selaku Kepala Puskesmas Cisimeut, Kabupaten Lebak, Banten.

“Betul sampai saat ini kita tidak menerima satu pun kasus covid di masyarakat Baduy. Ini berlaku sejak pandemi tahun 2020 sampai sekarang bulan Juni 2021,” ungkapnya.

“Satu pun tidak pernah teridentifikasi terpapar virus corona,” tambah Kepala Puskesmas tersebut.

Baca Juga : Jenis Makanan Untuk Mengembalikan Indera Penciuman

Dr.Tirta Beberkan Rahasia Mengapa Warga Baduy Tidak Pernah Positif Covid-19

Dokter Tirta mengungkapkan bahwa warga Baduy juga tidak ada yang bermalas-malasan. Hal tersebut membuat mereka terhondari risiko comorbid.

“Mereka juga selalu menjauhi gaya hidup bermalas-malasan atau rebahan, inilah salah satu faktor risiko yang meningkatkan comorbid, dan faktor tidak sehat,” ungkapnya.

“Beda dengan warga ibu kota besar, kerja selalu pakai AC sentral, sering rebah-rebahan,” tutup Dr Tirta.

 

Penulis : Rifqi Fadhillah