Ilmuwan Indonesia berhasil menarik perhatian publik Internasional. Pasalnya, Yogi Ahmad Erlangga, seorang ilmuwan yang disebut-sebut telah menyelesaikan masalah matematika tersulit dalam penelitiannya.

Dikutip dari phys.org, penelitian yang didanai oleh Shell dan SenterNovem ini merupakan penelitian yang membahas seputar tentang matematika murni.

Penelitian ini berkutat pada persamaan Helmholtz.

Pemecahan ini untuk menafsirkan pengukuran akustik ketika mengamati minyak yang ada di perut bumi, dimana metode yang digunakan perusahaan minyak untuk mengetahui lokasi minyak biasanya memanfaatkan gelombang suara.

Gelombang suara akan ditransmisikan ke dalam tanah kemudian pantulan yang dihasilkan akan dicatat ketika sampai di permukaan bumi. Analisis ini digunakan sebagai patokan dari posisi minyak di perut bumi.

Awalnya, pengukurannya hanya dilakukan secara dua dimensi, cara ini bumi terlihat dipandang sebagai serangkaian lapisan yang datar.

Karena itulah berbagai perusahaan minyak lebih suka menggunakan 3 dimensi dimana metode ini dirasa lebih cepat, namun sayangnya kemampuan komputer saat itu belum mampu melakukannya.

Diperlukan kemampuan dan pengetahuan aritmatika yang cukup tinggi untuk bisa menyelesaikan persamaan Helmholtz.

Yogi Ahmad Erlangga yang merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung ini dalam penelitian untuk meraih gelar doktoralnya berhasil mengembangkan metode penghitungan untuk menyelesaikan persamaan Helmholtz dengan lebih cepat.

Bahkan hasil penelitiannya bisa memungkinkan perusahaan untuk menggunakan perhitungan tiga dimensi dalam memproyeksi minyak di dalam bumi.

Tak hanya untuk mencari minyak bumi, persamaan Helmholtz ini sebenarnya bisa digunakan untuk menjelaskan berbagai macam gelombang. Tidak hanya gelombang akustik, tetapi juga gelombang elektromagnetik termasuk cahaya yang tampak.

Hasil penelitian ini juga dapat diaplikasikan untuk kebutuhan laser seperti penyimpanan data Blu-Ray Disk, atau pengukuran radar di bidang penerbangan.

Atas keberhasilannya, Erlangga berhasil mendapatkan penghargaan Achmad Bakrie 2012 sebagai Ilmuwan Muda Berprestasi.

I-Listeners jangan sampai ketinggalan berita-berita menarik! Terus dengerin 89.6 FM atau bisa streaming di sini. [teks Hardianti Budhi / sumber tekno.liputan6.com | foto tekno.liputan6.com]

Baca juga:
Berbagi pengetahuan penyakit jantung koroner
Djarot Saiful Hidayat berbagi cerita dalam IRadio Namu
Mendaki Gunung Sumbing bersama Desy Arifin