Jasa Marga Klaim Ganjil Genap di Tol Efektif Turunkan Jumlah Kendaraan

24

Jakarta (12/03) PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengklaim pemberlakuan paket kebijakan ganjil genap, pembatasan angkutan barang, dan lajur khusus bus di Tol Jakarta-Cikampek berdampak signifikan pada penurunan kendaraan.

Kondisi ini terjadi mulai Senin (12/3/2018) pada pukul 06.00-09.00, waktu dimana paket kebijakan tersebut dilaksanakan.

Penurunan signifikan dipengaruhi beberapa faktor. Pengguna jalan tol mempunyai tiga opsi, yaitu beralih rute ke jalur alternatif, beralih waktu perjalanan, dan beralih moda transportasi,” kata General Manager PT Jasa Marga (Persero) Tbk cabang Jakarta-Cikampek, Raddy R Lukman, dalam keterangan resminya.

Jumlah kendaraan yang melintas di gerbang tol Bekasi Barat 1 mengalami penurunan dibandingkan dengan kondisi normal. Tercatat 1.820 kendaraan masuk melalui gerbang tol Bekasi Barat 1 arah Jakarta. Jumlah tersebut turun 30 persen dari kondisi normal yang mencapai 2.600 kendaraan.

Tilang Ganjil Genap Berlaku Mulai 23 Maret

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan, sosialisasi penerapan ganjil-genap di pintu tol Bekasi akan dimulai Senin (12/3/2018) hingga 23 Maret.  Selama itu, belum ada penindakan bagi para pengendara.

Nanti setelah 23 Maret baru akan ada tindakan. Harapannya masyarakat menyadari ada peraturan ganjil genap ini, kami ikut sosialisasikan belum ada tindakan,” ucap Yayan.

Pihaknya juga akan mengevaluasi hasil kebijakan ini seminggu ke depan, termasuk untuk mengetahui apa pengaruhnya terhadap lalu lintas di kota Bekasi. Pada hari pertama ini, kendaraan ganjil yang hendak masuk ke dalam tol akan dihalau petugas gabungan.  Mereka akan diarahkan memutar balik kendaraan di depan gerbang tol.

[teks timnewsroom/kompas.com | foto okezone]