Starvision kembali membuat karya dalam bentuk film layar lebar, namun kali ini berkolaborasi dengan Legacy Picture. Film hasil kolaborasi mereka berjudul Critical Eleven. Film ini disutradarai Monthy Tiwa dan Robert Ronny.

Diadaptasi dari novel yang sukses terjual hasil karya Ika Natassa dan kemudian dikemas dalam sebuah film dengan durasi sekitar 135 yang diperankan oleh  Adinia Wirasti (Anya Baskoro) dan Reza Rahadian (Ale Risjad).

Pada novelnya, cerita ditulis dengan alur maju mundur yang terus mengikat pembacanya sampai halaman terakhir. Maka, pada film Critical Eleven, alur cerita lebih disederhanakan namun tetap menajamkan konflik yang kemudian membuat penonton akan dengan sabar film sampai akhir.

Menurut sang penulis novel, terdapat beberapa cerita pada novel yang tidak dimasukkan kedalam film namun begitu adegan penting seperti pada novel tetap dimasukkan kedalam film tersebut.

Istilah Critical Eleven biasa digunakan dalam bahasa penerbangan yang berarti sebelas menit paling kritis di pesawat. Momen critical eleven adalah saat tiga menit setelah lepas landas, dan delapan menit sebelum mendarat. Tercatat 80% kecelakaan pesawat terjadi dalam rentang sebelas menit tersebut.

Kemudian istilah tersebut diterapkan penulis pada hubungan manusia lewat novel Critical Eleven. Saat pertemuan pertama, Tiga menit awal adalah masa untuk menimbulkan kesan baik atau buruk, sedangkan delapan menit terakhir menjadi momen penentuan. Apakah ingin bertemu dan mengenal lebih jauh lagi, atau bahkan tidak ingin bertemu lagi.

Pesawat tetap menjadi latar utama pada film ini, karena pertemuan pertama dari Adinia Wirasti (Anya Baskoro) dan Reza Rahadian (Ale Risjad) pada sebuah penerbangan dari Jakarta menuju Sidney. Bagi Anya, bandara adalah rumah keduanya karena pekerjaan, tetapi dia membenci terbang.

Sementara itu, Ale memiliki hidup di rig atau pengeboran minyak lepas pantai yang membuat dia jarang pulang. Takdir mempertemukan mereka untuk sama-sama meninggalkan kesan baik dan jatuh cinta kemudian memutuskan untuk berkomitmen hidup bersama, hingga suatu ketika masalah mulai muncul saat Anya hamil dan kemudian dihadapkan pada permintaan Ale yang menginginkan keduanya untuk pindah ke Jakarta.

Hubungan keduanya sontak menjadi sangat dingin saat keduanya berpisah sementara karena pekerjaan Ale.

Karakter Ale dan Anya secara visual memang sukses mengaduk-aduk perasaan penonton. Penonton dibuat merasakan jatuh cinta, namun turut hanyut merasakan kepedihan, kemarahan, dan kerapuhan dua karakter utama tersebut.

Film ini didukung oleh naskah yang kuat, dan permainan karakter yang secara kuat dimainkan oleh para pemerannya. Hal itulah yang membuat film ini menjadi sasaran pertama untuk disimak dan dinikmati oleh penontonnya.

Berikut trailer film Critical Eleven yang sudah tayang secara serempak di bioskop kesayangan Anda pada 10 Mei 2017!

I-Listeners jangan sampai ketinggalan berita-berita menarik! Terus dengerin 89.6 FM atau bisa streaming di sini.

[teks Angela Wahyudi | foto indowarta.com]

Baca juga:
Tegangnya aksi tembak menembak dalam film Free Fire!
Cerita Sigit Budiarto sebagai pelatih bulu tangkis Indonesia
Nidji menjadi jawara pekan ini di Indonesia 40