‘Kucumbu Tubuh Indahku’ Wakili Indonesia di Piala Oscar 2020

135
0

Film karya Garin Nugraha ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ terpilih untuk mewakili Indonesia di Piala Oscar tahun 2020 di Dolby Theatre Hollywood Los Angeles 9 Februari 2020 dalam kategori Best International Feature Film Award.

Sebelumnya Ketua Komite Oscar 2020 Indonesia Christine Hakim telah menyeleksi 3 film yang diajukan mewakili Indonesia, yaitu ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ (Garin Nugroho), ‘Ave Maryam’ (Roby Ertano), dan ’27 Steps of May’ (Ravi Bharwani). Akhirnya karya Garin Nugroho yang terpilih untuk mewakili Indonesia di Piala Oscar 2020.

Dengan keputusan ini, ‘Kucumbu Tubuh Indahku’ akan bersaing dengan film asing lainnya diantaranya, ‘Parasite’ dari Korea Selatan dan ‘Weathering With You’ dari Jepang untuk memenangkan nominasi tersebut.

“Kami memang sepakat memilih Kucumbu Tubuh Indahku. Pertama, karena film itu sebagai sebuah karya terlihat lengkap, kita ketahui bahwa film bukan hanya bahasa oral dan bahasa gambar. Tapi ada bahasa batin dan rasa”, ungkap Christine Hakim seperti dikutip dari Showbiz Liputan6.com di Jakarta, Selasa (17/9).

Film ini mengisahkan tentang penari Lengger bernama Juno, yang diadaptasi dari kisah perjalanan hidup penari Rianto. Sejak Juno kecil, dia terpaksa harus hidup sendiri sejak ayahnya meninggalkannya akibat kekerasaan yang dialami.

Tari Lengger merupakan budaya asli Indonesia, berasal dari Banyumas. Tarian itu mengharuskan penarinya menampilkan sisi maskulin dan feminin dalam satu tubuh. Biasanya tarian itu dipentaskan lelaki, seiring berjalannya waktu mengubah dirinya menjadi perempuan. Mereka berlaku, berlenggok, dengan gemulai bak wanita sungguhan.

Kucumbu Tubuh Indahku yang sudah tayang di Indonesia sejak 18 April lalu, mendapat beberapa penghargaan berstandar internasional, seperti dari Italia, Prancis, Australia, dan Meksiko. Film itu juga sudah diputar di lebih dari 30 festival film di seluruh dunia

Walaupun sempat menuai kontroversi karena menampilkan tema LBGT dan sudah ada sejumlah orang yang membuat petisi untuk memboikot film tersebut. Christine menegaskan keputusan Komite Seleksi Film tidak ada kaitannya dengan protes yang terjadi maupun politik.

“Keputusan ini murni kita lihat sebagai karya film dan seni yang
kami anggap pantas dan layak untuk mewakili Indonesia”, ujar aktris gaek Indonesia itu.

[teks timnewsroom&berbagaisumber | foto Fourcolours Film]