Badan Terasa Panas Saat Puasa? Hati-hati, Panas Dalam!

26
Puasa tapi sedang sakit

Panas dalam merupakan kondisi yang bisa membuat seseorang tidak nyaman saat menjalani puasa. Panas dalam sendiri bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang usia dan cuaca.

Pada orang yang menjalani puasa Ramadan, risiko terkena panas dalam meningkat tinggi. Oleh karenanya, penting mengambil langkah preventif sejak dini.

Perlu diketahui, panas dalam mengacu pada penyakit di mana tubuh sedikit lebih sensitif terhadap panas, tenggorokan sakit, dan selalu haus. Sebagian masyarakat yang mengeluhkan panas dalam kadang mengalami sariawan, tidak nyaman di pencernaan, dan bibir pecah-pecah.

Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Sint Carolus, dr. Laurentius Aswin Pramono, SpPD, M.Epid menjelaskan, puasa memang mengubah proses metabolisme tubuh karena ada waktu di mana kita tidak makan. Hal ini tentu memengaruhi kinerja semua organ tubuh.

“Puasa sebenarnya sudah banyak diteliti sangat bermanfaat untuk kesehatan, bahkan pada pasien penyakit kronis seperti diabetes atau maag. Namun puasa sehat harus mematuhi beberapa aturan, salah satunya dengan minum cukup,” kata dr. Laurentius.

“Masalah paling kerap ditemui adalah masalah kekurangan cairan dan mineral. Kalau nggak cukup minum? Dia bisa terkena panas dalam,” ia menambahkan.

Jadi, pungkas dia, kalau saat menjalani puasa Ramadan merasakan badan terasa panas kemudian dikuti keluhan sariawan atau bibir pecah-pecah, itu indikasi kuat Anda sudah terkena panas dalam.

Untuk itu, sebaiknya pastikan asupan air untuk tubuh. Di mana mengonsumsi dua liter air atau delapan gelas. “Seperti apa aturan minum saat jalani puasa? Minum 2 gelas air putih saat berbuka, 4 gelas saat makan malam hingga menjelang tidur dan 2 gelas saat sahur,” ujarnya.

Sumber artikel dari Her World Indonesia