5 Pahlawan wanita yang sempat diremehkan

447

Pahlawan Indonesia adalah tokoh yang paling penting dalam mempertahankan negara kita. Tanpa mereka, apa jadinya negara kita saat ini? Namun sebagai warga negara Indonesia, kita kadang mengabaikan pengetahuan sejarah – malah lebih penasaran dengan pengetahuan dunia selebriti, ugh.

Tentu yang Anda ketahui tentang pahlawan Indonesia hanya itu-itu saja, seperti Pattimura, Imam Bonjol, dan untuk pahlawan wanita Indonesia yang biasanya orang ketahui hanyalah R.A Kartini.

Ilisteners, masih banyak pahlawan wanita Indonesia lainnya yang telah membangun kokoh negara kita sampai seperti sekarang ini, sayangnya Anda tak mengetahui nama atau jasa yang mereka berikan. Siapa saja pahlawan wanita Indonesia ini? Well, tenang saja karena kami akan memberitahu 4 tokoh wanita yang tentunya sangat berjasa. Simak!

Martha Christina Tijahahu

Meski berusia 17 tahun, ia tak takut dengan kehadiran Belanda. Martha turut dalam melawan si penjajah sampai ia berusia 18 tahun. Jika Anda mengunjungi Desa Abubu, Pulau Nusalaut, Maluku, Anda bisa menemui monumen atas jasa yang dilakukan oleh Martha Christina Tijahahu.

Maria Walanda Maramis

Tentu tokoh yang satu ini sangat berjasa bagi para ibu di Indonesia. Maria Walanda Maramis merupakan sosok yang memiliki impian untuk memajukan hak-hak para ibu.

Ia mendirikan organisasi Percintaan Ibu Kepada Anak Turunannya (PIKAT) di tahun 1917 untuk memberikan pendidikan kepada wanita khususnya yang sudah menjadi seorang ibu demi mensejahterakan kesehatan dan pola hidup keluarganya.

Jika Anda mengunjungi Maumbi di Manado, Anda akan menemukan monumen dari sosok yang sangat berjasa bagi Ibu Anda (and also your grand-grandmother), Maria Walanda.

Opu Daeng Risadju

Sosok wanita yang satu ini benar-benar tak takut dengan risiko yang ia hadapi, Opu Daeng Risadju merupakan keturunan bangsawan pada zamannya. Namun ia sangat peduli dengan kaum sekitar.

Opu Daeng Risadju melakukan pemberontakan terhadap NICA – Pemerintahan Sipil Hindia Belanda yang merupakan organisasi semi militer. Karena aksi pemebrontakan yang dilakukan olehnya, Opu Daeng Risadju berhasil ditangkap oleh pihak NICA dan disiksa…. Kami sangat prihatin dengan hal ini karena Opu Daeng Risadju menjadi tuli sampai akhir hidupnya di tahun 1964.

Nyi Ageng Serang

Nyi Ageng lahir di tahun 1752, Serang, Jawa Tengah. Karena harus menggantikan sang ayah, ia turut bergabung dalam perang. Tak heran karena ternyata Nyi Ageng Serang merupakan keturunan ke-9 dari Sunan Kalijaga.

Bagaimana pendapat Anda terhadap pahlawan wanita di negara kita? Stop being a drama Queen, karena masalah hidup Anda belum tentu semenantang para pahlawan ini!

(Nadhifa Arundati / Image: Doc. pahlawancenter.com)

Sumber Cosmopolitan Indonesia