Satu

    55
    0

    The Changcuters mulai terbentuk pada 19 September 2004, dan kini di tahun 2020 genap memasuki usia 16 tahun. Layaknya seorang manusia yang mulai tumbuh menjadi remaja, The Changcuters memulai perjalanan mengenal diri lebih ke dalam. Melaui sebuah proyek album dengan konsep trilogi, mencoba bercerita tentang perjalanan “jiwa” The Changcuters dalam berkarya di bidang musik.

    Diawali dengan album pertama dari trilogi ini yaitu, Visualis (penglihatan) di tahun 2013 lalu, kemudian berlanjut di tahun 2016 dengan Binauralis (pendengaran) dan akhirnya bersama Sony Music pada Jumat, 25 September 2020 sebagai rangkaian terakhir, Loyalis (hati) The Changcuters mempersembahkan untuk kalian semua Para Loyalis dan sekaligus melengkapi proyek trilogi ini.

    “Loyalis bercerita tentang dualitas manusia sebagai mahluk raga dan mahluk jiwa. Materinya merupakan lanjutan dari 2 (dua) album pendahulunya (Visualis dan Binauralis). Melaui penglihatan dan pendengaran manusia mulai belajar, berpikir dan akhirnya akan bermuara ke dalam hati (perasaan). Ekspresi tindakan sebagai eksterior manusia harus diselaraskan dengan introspeksi interiornya, karena manusia akan dinilai dari perilaku yang berlandaskan hati. Maka dari itu, pada album Loyalis berisi 12 (dua belas) lagu yang bercerita tentang kisah-kisah perasaan manusia dalam menjalani berbagai aspek kehidupan.” ungkap The Changcuters.

    The Changcuters  berungkap, “Pada setiap tema yang diangkat, kami telisik permasalahannya, kami telaah kembali menjadi sebuah pertanyaan dan pernyataan dan hasil dari analisa dan observasi tersebut kami rangkai menjadi lirik-lirik yang sebenarnya sangat menusuk diri kami sendiri. Diharmonisasikan dengan musik ‘ala kita garasi rock n’ roll’ dimana kami merasa bebas dalam mengekspresikan apa yang kami rasakan.“

    Sebelumnya, Loyalis sudah mulai diperkenalkan lewat single pertama “Hantu” dengan tema kelahiran yang berlanjut dengan single kedua “Cari Rasa” tentang pencarian. Nah, kali ini bersamaan dengan rilis full album Loyalis, The Changcuters persembahkan single ketiga yang menjadi ikhtisar dari proyek trilogi ini, yaitu “Satu”.

     The Changcuters menceritakan, “Lewat lagu ini, kalian bebas untuk menginterpretasikan maksud dan tujuannya. Bisa “Satu” adalah bersatu, “Satu” adalah menyatu, atau “Satu” adalah tunggal. Disini kami hanya mengajak Para Loyalis untuk saling mengerti apa arti perbedaan dan lebih mengutamakan persamaan, karena realitas mutlak sejatinya hanyalah satu yang termanifestasikan menjadi dualitas kehidupan.”