Tips Mendaftar Part Time Job buat Mahasiswa

57

Sebagai mahasiswa, Anda pasti sering merasa ingin mencari uang jajan tambahan atau mungkin ingin menambah pengalaman di dunia kerja tetapi merasa kesibukan kuliah terasa menghalangi? Mungkin, dengan memiliki part-time job, Anda bisa melakukan keduanya: kuliah dan bekerja.

Dengan merangkap berkuliah dan bekerja, Anda dapat melakukan kewajiban belajar Anda sebagai pelajar, Anda pun juga dapat menambah pengalaman yang nantinya dapat Anda tulis di resume mu untuk nanti Anda mendaftar kerja full-time setelah lulus kuliah. Berikut beberapa tips dan trik yang ingin mencoba bekerja part-time!

1. Siapkan CV yang simple tapi menarik

CV atau resume merupakan kunci dari self-promotion Anda. Maka itu, sebelum melakukan hal lainnya, Anda harus persiapkan CV-mu dulu. Buat daftar hal-hal yang harus Anda cantumkan di dalam CV, seperti nama lengkap, alamat, nomor dan email yang dapat dihubungi, pengalaman kegiatan ekstra dan intra kampus, pengalaman volunteering, riwayat edukasi, penghargaan yang pernah didapat, serta skills atau kelebihan yang Anda punya.

Setelah itu, desain lah CV atau resume Anda sesimpel mungkin tapi disain juga perlu dibuat menarik agar sang pembaca pun memiliki first impression yang baik terhadapmu. Oh ya, jangan lupa untuk memeriksa kembali data-data yang Anda cantumkan, ya. Data harus valid, benar dan jangan sampai salah!

2. Buat list tempat-tempat yang Anda ingin daftar

Setelah sudah punya modal sebuah CV, langkah selanjutnya yang Anda harus lakukan adalah mencari tempat-tempat yang mungkin bisa menjadi tempat Anda bekerja nantinya! Anda bisa mencari lowongan secara online, atau Anda bisa drop-in resume Anda. Pekerjaan yang mungkin bisa Anda coba daftar contohnya mungkin sebagai pelayan atau barista di cafe atau restoran, customer call service, resepsionis, copywriter, atau bahkan sebagai guru les.

3. Persiapkan wawancara dengan latihan

Beberapa perusahaan akan meminta Anda untuk dites wawancara setelah seleksi berkas. Nah, langkah ini nggak kalah penting, lho, karena disini Anda bisa membuktikan kualitas diri Anda lebih jauh lagi. Terlebih, Anda akan bicara dan berdiskusi tatap muka dengan salah satu orang dari perusahaan tersebut yang nantinya akan menilai Anda apakah Anda benar-benar sesuai dengan CV mu, atau Anda bahkan lebih dari apa yang Anda cantumkan di CV milikmu? Hmm…agak menakutkan memang.

Maka itu, diperlukan latihan beberapa kali sebelum Anda menghadiri appoinment wawancara-mu. Anda bisa mencoba dengan trik diwawancarai oleh salah satu orang terdekatmu atau latihan berbicara di depan cermin. Oh ya, jangan lupa untuk berpenampilan yang rapi, ya! Karena penampilanmu juga masuk ke dalam aspek penilaian, lho!

4. Follow-up hingga mendapat jawaban atas keputusan aplikasi kerja

Nah, ini dia, the moment of truth. Setelah tahap wawancara, akan ada saatnya dimana Anda diminta untuk menunggu keputusan dari perusahaan. Pada waktu ini, Anda akan merasa terombang ambing pada jawaban diterima atau ditolak.

Ada baiknya, apabila periode waktu tunggu kurang wajar, Anda dapat mengirimkan pesan ke contact person yang sebelumnya menangani aplikasi pekerjaanmu. Dengan begitu, keputusan akan lebih jelas akhirnya.

5. Siap-siap untuk ditolak

Setiap aplikasi ada dua kemungkinan, antara Anda akan diterima atau Anda bisa juga ditolak. Apabila Anda mendapat jawaban bahwa aplikasi kerjamu ditolak, jangan putus asa. Mungkin, perusahaan tersebut mencari sesuatu lain yang dirimu belum miliki. Seperti kata pepatah, ‘kalau jodoh tidak akan kemana’, hal yang sama juga terjadi dengan pekerjaan. Bila Anda ditolak, mungkin ada pekerjaan lain yang memang lebih cocok untukmu !

6. Bersiap untuk bekerja

Setelah Anda menerima amanat pekerjaan yang telah Anda daftarkan, jangan lakukan pekerjaanmu dengan setengah hati, ya! Tetap bekerja keras di tempat Anda bekerja part-time dan juga jangan lupakan kewajiban utamamu sebagai mahasiswa.

Ingat, part-time job mu adalah kegiatan sampingan, selalu utamakan kuliahmu dulu. Apabila sudah beradaptasi dengan baik dengan situasi yang menuntutmu memiliki keseimbangan kuliah dan kerja, kerjakan keduanya dengan seimbang!

(Thalita Cahyani / Image: Doc. Dean Drobot©123RF.com; Katarzyna Białasiewicz©123RF.com; Brian Jackson©123RF.com; Wavebreak Media Ltd©123RF.com; Teerawut Masawat©123RF.com )

Sumber Cosmopolitan Indonesia