PT KAI Tambah Frekuensi KA Pangrango Relasi Bogor-Sukabumi PP

38
Executive Vice Presiden Daop 1 Jakarta, Dadan Rudiansyah bersama Wakil Walikota Bogor, Dedie Rachim saat meresmikan kereta tambahan relasi Bogor-Sukabumi PP Selasa (14/5/2019).

Bogor (14/05) PT Kereta Api Indonesia menambah jadwal keberangkatan kereta Pangrango jurusan Bogor-Sukabumi PP seiring dengan tingginya minat masyarakat yang ingin berpergian ke luar kota dengan menggunakan moda transportasi darat tersebut. Nantinya, akan ada 6 kereta tambahan relasi Bogor-Sukabumi PP yang bisa dimanfaatkan masyarakat mulai hari Selasa (14/5/2019).

Minat masyarakat Bogor-Sukabumi untuk menggunakan kereta api sangat positif. Rata-rata okupansi KA Pangrango pada akhir pekan mencapai 97% dan hari kerja sebesar 86%. Dengan adanya tambahan jadwal KA Pangrango ini, kami berharap masyarakat dengan mudah untuk melakukan perjalanan dari Bogor ke Sukabumi atau sebaliknya,” ujar EVP Daop 1 Jakarta R. Dadan Rudiansyah.

Sama seperti Kereta Pangrango eksisting, Kereta Pangrango tambahan ini memiliki kapasitas 474 penumpang dengan rincian satu kereta eksekutif dengan 50 tempat duduk dan empat kereta ekonomi dengan kapasitas 424 penumpang. Sementara untuk tiketnya, PT KAI juga mematok tarif yang sama seperti pendahulunya yakni Rp 80.000 untuk kereta eksekutif dan Rp 35.000 untuk kereta ekonomi.

Yang berbeda dari Kereta Pangrango Tambahan ini dengan pendahulunya  terletak di Lokomotif-nya. Kereta Pangrango tambahan ini ditarik dengan menggunakan lokomotif yang diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (Inka) yaitu Lokomotif CC300 Diesel Hidrolik. Lokomotif ini diklaim sangat cocok digunakan di medan pegunungan yang berkelok dan menanjak seperti di jalur Bogor-Sukabumi. Selain itu, lokomotif CC300 ini juga mampu menerjang banjir, sebab batas toleransi ketinggian air maksimal adalah 25 cm.

Ini didesain lebih tinggi. Yang biasa kita pakai itu kalau ada air 10 sentimeter itu bisa kena langsung motornya. Kalau sekarang lebih tinggi, jadi lebih kuat,” kata Dadan.

Dadan berharap Kereta Api bisa menjadi alternatif masyarakat di tengah kepadatan lalu lintas saat ini.

“Selain itu, kereta api ini juga ditujukan bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan rekreasi karena Kota Bogor dan Sukabumi sudah terkenal dengan potensi wisatanya,” tutup Dadan.

[teks timnewsroom |foto ptkai]