Jokowi ke Kaltim, Resmikan Tol dan Tinjau Lokasi Ibukota Baru

93
0

Jakarta (17/12) Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) Seksi II, III, dan IV dari yang menjadi akses menuju lokasi ibu kota baru, Selasa (17/12) siang. Acara peresmian digelar di Gerbang Tol Samboja, Kutai Kartanegara. Meski hujan gerimis turun, tetapi acara terus dilanjutkan sampai peresmian.

Dalam sambutannya, Jokowi berharap jalan tol pertama di Pulau Kalimantan ini bisa menciptakan kecepatan dan efisiensi mobilitas orang dan barang antara dua kota besar di Kaltim. “Biasanya Samarinda-Balikpapan memakan waktu tiga jam, enam jam pulang pergi, bila gunakan jalan tol paling satu jam atau satu jam seperempat,” kata Jokowi.

Jokowi juga berharap jalan tol ini akan mempercepat akses ke wilayah yang sudah diputuskan menjadi kawasan ibu kota negara, yakni di sebagian Penajam Passer Utara dan sebagian Kutai Kartanegara.

Jadi tinggal menyambungkan ke kawasan ibu kota. Saya minta 2020 sudah tersambung jalan tol ini ke ibu kota,” kata dia.

Untuk diketahui, Tol ini terbagi atas lima seksi. Seksi I Balikpapan-Samboja memiliki panjang 22,03 km, Seksi II Samboja-Muara Jawa 30,98 km, dan Seksi III Muara Jawa-Palaran 17,5 km. Kemudian Seksi IV Palaran-Samarinda 17,95 km dan Seksi V Balikpapan-Sepingan 11,09 km.

Presiden Tinjau Lokasi Ibukota Baru

Sementara itu, usai meresmikan Tol Balikpapan-Samarinda, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan dengan para tokoh adat dan tokoh agama Kalimantan Timur. Pertemuan itu berlangsung di Resto De Bandar, Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (17/12).

Pertemuan dilakukan sebelum Presiden Jokowi beserta rombongan meninjau lokasi Ibu Kota Baru yang terletak di Penajam Pasar Utara dan Kutai Kartanegara.

Dalam pertemuan Jokowi menjelaskan bahwa pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur sudah melalui sebuah kajian dan proses yang panjang.

Proses pemilihan Ibu Kota melalui sebuah kalkulasi dan proses panjang dan disampaikan kepada saya,” ujar Jokowi.

Ia menyebut pemindahan Ibu Kota Negara bukan sekedar perpindahan lokasi, melainkan ada sebuah transformasi.

Dalam ppertemuan itu, Kepala Negara juga didampingi Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.

[teks timnewsroom | foto antara]