Perjuangan Enno keluar dari imej penyanyi cilik

213
0
Enno Lerian
Enno Lerian

Enno Lerian memang bukan sosok baru dibelantika musik tanah air. Namun, ketidakhadirannya tanpa karya musik apapun selama 17 tahun sejak merilis album anak-anak terakhir, Tepuk Tangan [1998], terpaksa membuatnya kini harus membangun karir dari nol lagi.

Langkah awal memperkenalkan diri sebagai penyanyi dewasa pun dimulainya dengan mengeluarkan single perdana, berjudul “Karena Cintaku Kamu”, pada Mei lalu.

Single “Karena Cintaku Kamu”  merupakan ciptaan musisi muda, Abdul [Coffee Theory]. Dengan mengusung musik Pop bertempo medium, dan lirik cinta yang lugas dan ringan,Enno pun mengaku jika single perdananya ini sangat sesuai dengan harapannya.

Rehat selama 17 tahun, dan kembali dalam kondisi industri musik yang sudah maju, serta tak lepas dari invasi penyanyi pendatang baru, menjadi tantangan bagi Enno Lerian. Tak hanya itu, Enno pun berbagi cerita bagaimana ia jatuh-bangun untuk kembali ke industri musik, dan gagal berkali-kali karena imej penyanyi cilik yang sangat kental.

Terhitung, sejak tahun 2001 Enno pernah berusaha kembali hadir sebagai penyanyi, namun gagal. Tak menyerah, ia mencoba lagi di tahun 2003 dengan mengusung genre alternative pop, dan merekam 8 lagu, tapi itu tak cukup. Enno pun gagal lagi.

Peruntungan kembali dicoba di tahun 2005 dan 2008, tapi masih gagal kala itu. Sampai akhirnya tahun 2014 menjadi moment yang tepat dan jalan terbuka baginya, meski tanpa dinaungi label, alias independen.

“Untuk keluar dari imej sebagai penyanyi cilik itu susahnya luar biasa. Kalau gue masih di imej itu terus, gue nggak akan maju, dan nggak bisa menghasilkan karya yang sekarang. Gue menyadari lepas dari tahun 1998 sampai gagal berkali-kali kendalanya karena imej penyanyi ciliknya kental banget, yang buat gue susah maju ke genre musik dewasa,” ungkap pemeran di film Bajaj Bajuri The Movie ini.

Setelah berhasil melewati masa gagal berkali-kali, tantangan Enno untuk kembali adalah meyakinkan dirinya sendiri dari segala rasa takut.

“Ngeyakinin diri sendiri itu tantangannya. Apalagi udah up and down berkali kali, terus ditolak label dan produser. Berharap lagu ini diterima dengan baik, dan bisa bertahan. Imej penyanyi cilik sudah berganti menjadi imej seorang ibu muda, yang sudah dewasa, enerjik, apa adanya, dan masih punya mimpi. Semoga masyarakat suka,” tutup Enno.

LEAVE A REPLY