Perempuan Tanah Jahanam, Tegang dan Mencekam

268
0

JAKARTA (18/10) Sutradara Joko Anwar kembali hadir lewat karya terbaru berjudul Perempuan Tanah Jahanam. Dalam film ini, Jokan kembali bekerjasama dengan aktris Tara Basro serta beberapa bintang lainnya seperti Marissa Anita, Asmara Abigail, Ario Bayu, serta Christine Hakim. Mengambil setting di sebuah desa terpencil di tengah hutan, Sutradara kawakan ini menawarkan ketakukan yang berbeda dari film-film yang Ia buat sebelumnya.

Minim jumpscare, namun atmosfer menyeramkan tetap bisa dirasakan penonton di setiap adegannya. Ditambah adegan-adegan sadis dan darah yang tak terhindarkan ketika menonton film ini. Belum lagi, penonton akan ikut dibuat tegang oleh karakter Dini (Tara Basro) yang sepanjang film harus bersembunyi dari kejaran para penduduk desa yang ingin membunuhnya.

Film berdurasi 1 jam 46 menit ini di hari pertama penayangannya sudah ditonton 117.001 penonton. Jadi jangan sampai ketinggalan untuk nonton Perempuan Tanah Jahanam ya Ilistener.

Sinopsis

Apa yang akan kamu lakukan ketika seluruh warga desa mengejar dan mencoba untuk membunuhmu? Itulah yang dirasakan oleh Maya (Tara Basro) ketika berada di Desa Harjosari dalam film Perempuan Tanah Jahanam. Maya diburu oleh para penduduk desa untuk menghapus kutukan yang sudah berlangsung selama 20 tahun di desa Harjosari.

Awalnya, Maya bersama Dini (Marissa Anita) datang ke sebuah desa terpencil di tengah hutan bernama Harjosari untuk mengambil harta warisan berupa sebuah rumah besar yang ditinggalkan orang tuanya. Alih-alih menjadi kaya setelah dapat warisan, kedua wanita itu malah merasakan hal aneh ketika menginjakan kaki di desa tersebut.

Banyaknya bayi yang meninggal dunia serta tidak adanya anak-anak di desa itu membuat Maya penasaran. Sampai akhirnya Ia bertemu dengan penduduk asli bernama Ratih (Asmara Abigail) dan mencari tau apa yang terjadi sesungguhnya di desa Harjosari. Usut punya usut ternyata keluarga Maya lah yang meninggalkan kutukan. Orang tua Maya, Ki Donowongso (Zidni Hakim) disebut melakukan perjanjian dengan iblis agar memiliki keturunan. Imbasnya, seluruh penduduk desa terkena kutukan iblis. Bayi-bayi yang dilahirkan oleh penduduk setempat pun harus dibunuh karena terlahir cacat tanpa kulit.

Satu-satunya cara agar terlepas dari kutukan itu adalah dengan membunuh keturunan Ki Donowongso yang tak lain adalah Maya. Ia pun harus mencari tempat bersembunyi agar tidak tertangkap oleh para penduduk desa. Bisakah Maya lari dari sergapan para penduduk desa? Temukan jawabannya di film Perempuan Tanah Jahanam yang tayang 17 Oktober 2019.

{Teks Tim Newsroom}