Pancasila dan pendidikan kebangsaan diharapkan masuk ke kurikulum

24
0

Tidak hanya pelajaran biasa saja, sekolah diharapkan juga dapat mengajarkan Pancasila dan pendidikan kebangsaan. Hal ini diharapkan untuk membangun dan memperkuat karakter bangsa Indonesia, sekaligus membendung ancaman radikalisme dan intoleransi.

Ahmad Syafii Mufid, Direktur Indonesia Institute for Society Empowerment, mengusulkan agar Pancasila dan pendidikan kebangsaan harus masuk kembali ke dalam kurikulum sekolah.

Para guru wajib mengajarkan sekaligus mencerminkan komitmen untuk bersama membangun pendidikan di negeri ini, dengan ilmu yang didasari cinta kasih dan saling menghormati.

Pendidikan kebangsaan dan Pancasila harus terus diberikan mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, tidak boleh terputus dan harus menjadi satu kesatuan,” kata Ahmad, dikutip dari antaranews.com.

Ketika antar guru dan murid dapat memiliki rasa toleransi, maka akan ada harmonisasi. Dan tentu hal ini bisa terjalin juga di luar sekolah. Namun, sekolah harus menjadi tempat lebih dulu untuk murid belajar menerapkan harmonisasi antar sesama.

[teks Gabriella Sakareza / sumber antaranews.com | foto kompasiana.com]

Baca juga:
Ketua MPR desak Setya Novanto mundur
Genre baru nan segar “Marlina Si Pembunuh Dalam Empat Babak”
Audy kembali bermusik lewat “Tapi Aku”

LEAVE A REPLY