Maulid Nabi 1443 Hijriah, Kisah Nabi Muhammad SAW Dari Lahir Hingga Wafat

419
0
Maulid Nabi 1443 Hijriah, Kisah Nabi Muhammad SAW Dari Lahir Hingga Wafat

Tepat pada hari Selasa, 19 Oktober 2021, diperingati Maulid Nabi 1443 Hijriah. Maulid nabi merupakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yang jatuh pada 12 Rabiul Awal.

Nabi Muhammad lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun Gajah atau sekitar tahun 570 Masehi. Beliau dilahirkan oleh seorang ibu yang bernama Aminah dan Ayah dari Nabi Muhammad SAW bernama Abdullah.

Maulid Nabi 1443 Hijriah, Kisah Nabi Muhammad SAW Dari Lahir Hingga Wafat

Sejarah kelahiran Rasulullah ini tertulis di dalam Al Quran Surat Al Fil yang mempunyai arti Tahun Gajah. Saat lahir, Rasulullah sudah ditinggal ayahnya, yang meninggal dunia dalam perjalanan dagang ke Syam, yakni sewaktu Nabi Muhammad masih dalam kandungan Aminah.

Saat lahir seorang perempuan bernama Halimah Sa’diyah dengan ikhlas menyusui Nabi Muhammad SAW walaupun ASI-nya sangat sulit untuk keluar. Tapi, karena keikhlasannya, Halimah pun diberikan balasan oleh Allah SWT dan mengeluarkan ASI yang sangat deras.

Semasa kecilnya, Rasulullah dibesarkan oleh kakeknya yang bernama Abdul Muthalib. Sang Ibu, Aminah, meninggal dunia ketika Rasulullah masih berusia enam tahun.

Abdul Mutalib pun yang memberikan nama Muhammad dan kemudian membawanya ke dalam Ka’bah. Saat masih kecil, Nabi Muhammad SAW tumbuh dan menjalani hidup layaknya seorang anak kecil lainnya.

Tanda-tanda kenabian sudah muncul dari sosok Nabi Muhammad SAW dengan tumbuh menjadi seorang yang memiliki budi pekerti yang baik.

Maulid Nabi 1443 Hijriah, Kisah Nabi Muhammad SAW Dari Lahir Hingga Wafat

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah,” firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 21.

Ketika menginjak usia 28 tahun, Nabi Muhammad SAW menikah dengan seorang perempuan bernama Siti Khadijah. Pertemuan Khadijah dengan Rasulullah ini berawa dari keduanya banyak terlibat kegiatan perdagangan.

Hal tersebutlah yang membuat Khadijah semakin tertarik kepada Nabi Muhammad SAW. Khadijah pun kemudian mengutus seorang sahabat yang bernama Nafisah binti Umayyah untuk menyampaikan keinginannya melamar Nabi Muhammad. Dan, setelah itu keduanya pun menikah.

Saat berusia 40 tahun, Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul sekaligus menerima wahyu pertama di Gua Hira. Beliau pun menyendiri di dalam Gua Hira yang berada tepat di samping Jabal Nur. Kemudian turunlah wahyu pertama yang dibawakan dari Allah yaitu Surat Al Alaq ayat 1 sampai 4.

Menjelang wafat, Rasulullah menderita sakit di bulan Shafar tahun 11 Hijriah. Beliau menderita sakit kepala dan demam sampai akhirnya suhu tubuhnya meninggi. Kondisi tersebut terjadi selama 2 minggu. Rasulullah SAW kemudian mengunjungi rumah istri-istrinya dengan keadaan badan sudah lemah.

Saat sakaratul maut, Rasulullah berada di dalam pangkuan istri ketiganya yaitu Aisyah. Ketika mata Rasulullah memandang langit-langit rumah, bibirnya kemudian bergerak dan Aisyah berusaha untuk mendengarkan apa yang diucapkan oleh Nabi Muhammad.

“Ya Allah, ampunilah dan kasihanilah aku, pertemukan aku dengan teman-teman yang tinggi (kedudukannya), Ya Allah pertemukan aku dengan teman-teman (yang tinggi kedudukannya),” tutur Rasulullah.

Nabi Muhammad SAW wafat bersamaan dengan turunnya wahyu Allah yaitu Surat Az Zumar ayat 30 yang artinya “Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula”.