Laptop Merah Putih Karya Anak Bangsa Siap Produksi Pada 2022

68
0
Laptop Merah Putih Karya Anak Bangsa Siap Produksi Pada 2022

Pemerintah menggandeng produsen laptop dalam negeri seperti Zyrexindo Mandiri Buana Tbk. untuk memproduksi laptop Merah Putih yang akan mulai dipasarkan di dalam negeri pada tahun 2022.

Laptop Merah Putih Karya Anak Bangsa Siap Produksi Pada 2022

Tujuan utamanya untuk meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) produk Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan mengurangi adanya ketergantungan terhadap impor laptop.

Dikutip dari Kompas.com, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud-Ristek, Paristiyanti Nurwardan menjelaskan, laptop buatan anak dalam negeri tersebut dibanderol dengan harga yang beragam tergantung pada tipenya. Adapun harganya mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 7,5 juta per unit.

Pada salah satu konferensi pers hari senin (26/7) pihak Zyrex mengatakan sudah menerima pesanan 165 ribu laptop dari dua distributor resmi dari Kemendikbud-Ristek dan siap memenuhi laptop dalam negeri sebesar Rp 17 T untuk tahun yang akan datang. Laptop ini akan disalurkan ke 8.000 sekolah di seluruh Indonesia yang diperlukan untuk kebutuhan laptop tahun ajaran 2021.

Pemerintah juga menggandeng beberapa PTN untuk menggarap laptop Merah Putih ini. PTN yang terlibat adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh November, dan Institut Teknologi Bandung.

Baca Juga: PPKM Level 4 Diperpanjang Dengan Beberapa Penyesuaian

Terdapat lima koordinator yang akan mengelola kegiatan pengembangan bagian-bagain yang berbeda dari sistem laptop Merah Putih tersebut.

“Jika, andaikata setiap bidang ada lima anggota peneliti dan teksini, maka paling tidak ada 25 orang peneliti dan teknisi di setiap PTN. Jika, terdapat mahasiswa yang akan dilibatkan, maka jumlah yang terlibat lebih banyak lagi,” ucap Reini, Rektor ITB.

Ia juga menambahkan, industri dalam negeri bisa memproduksi perangkat digital untuk pasar nasional bahkan internasional. Kemungkinan besar, Indonesia bisa menjadi pusat produksi perangkat digital ASEAN.

 

Penulis: Aurel Larasati