Kontroversi, Irjen Firli Terpilih Sebagai Ketua KPK

59
0

Jakarta (13/09) Komisi III DPR RI secara bulat menetapkan Irjen Firli Bahuri sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023.

Dirinya terpilih sebagai Ketua KPK setelah mendapat suara tertinggi yakni 56, daripada empat calon pimpinan lain.

Namun, perjuangan Irjen Firli untuk duduk menjadi Ketua KPK terbilang tidak mulus seperti empat capim lainnya. KPK sempat menyatakan Irjen Firli yang merupakan mantan Deputi Penindakan KPK ini telah melakukan pelanggaran etik berat.

Tercatat, ada tiga peristiwa yang membuat Firli dinyatakan melakukan pelanggaran etik berat.

Yang pertama, KPK mencatat, FIrli bertemu mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang (TGB) di NTB pada 12 hingga 13 Mei 2018 lalu. Kedua, KPK mencatat Firli pernah menjemput secara langsung seorang saksi yang akan diperiksa di lobi KPK pada 8 Agustus 2018.

Terakhir, KPK mencatat Firli pernah bertatap muka dengan petinggi partai politik di sebuah hotel di Jakarta pada 1 November 2018.

Jejak Karier Irjen Firli

Setelah melalui proses pemungutan suara pada Rapat Pleno Komisi III di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (13/9/2019) dini hari, seluruh anggota Komisi III DPR secara aklamasi memilih Kapolda Sumatera Selatan, Irjen (Pol) Firli Bahuri sebagai ketua baru KPK periode 2019-2023.

Dikutip dari berbagai sumber, Firli, merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1990 dan berpengalaman dalam bidang reserse. Sempat bertugas di KPK, Firli mengemban amanat sebagai Deputi Penindakan KPK.

Berikut ini riwayat jabatan Irjen Firli:

  • Kapolres Persiapan Lampung Timur (2001)
  • Wakapolres Lampung Tengah
  • Kasat III/Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya (2005)
  • Kapolres Kebumen (2006)
  • Kapolres Brebes (2007)
  • Wakapolres Metro Jakarta Pusat (2009)
  • Asisten Sespri Presiden (2010)
  • Dirreskrimsus Polda Jateng (2011)
  • Ajudan Wapres RI (2012)
  • Wakapolda Banten (2014)
  • Karodalops Sops Polri (2016)
  • Wakapolda Jateng (2016)
  • Kapolda NTB (2017)
  • Deputi Penindakan KPK (2018)
  • Kapolda Sumatera Selatan (2019)

[teks timnewsroom/berbagaisumber |foto medcom]