Kawasan Tanah Abang Terlalu Ramai, Jam Operasional Pasar dan Stasiun Diubah

29
0
Jam Operasional Pasar dan Stasiun Diubah

Akhir pekan kemarin beredar foto dan video yang memperlihatkan suasana pasar Tanah Abang yang sangat ramai. Tidak hanya di dalam Tanah Abang, tetapi juga beredar video ramainya stasiun kereta api Tanah Abang.

Memang hampir semua terlihat menggunakan masker, tetapi tidak ada penjagaan jarak diantara orang-orang tersebut. Semua orang berdesak-desakan layaknya tak ada virus yang mengakibatkan pandemi di seluruh dunia.

Jam Operasional Pasar dan Stasiun Diubah

Viralnya kerumunan pasar Tanah Abang maupun stasiun Tanah Abang mengundang kritik serta prihatin dari masyarakat. Dilansir USS Feed, keramaian pasar Tanah Abang di akhir pekan kemarin melonjak hingga 87 ribu pengunjung.

Padahal biasanya pengunjung pasar Tanah Abang hanya mencapai 35 ribu orang. Diduga lonjakan ini akibat hari raya Idul Fitri semakin dekat dan adanya pengetatan pelarangan mudik.

Jam Operasional Pasar dan Stasiun Diubah

Kebijakan baru dari pihak Tanah Abang sebagai bentuk dari tanggapan akan keramaian yang tidak seharusnya ditimbulkan. Jam tutup pasar Tanah Abang sebagai dimajukan menjadi pukul 16.00 WIB dan sebagian pukul 17.00 WIB.

Jam Operasional Pasar dan Stasiun Diubah

Hal ini dilakukan untuk mengurangi bubaran tutup toko yang bersamaan. Selain jam operasional, pasar Tanah Abang akan dijaga oleh kurang lebih 2.500 personel TNI untuk mengawasi protokol kesehatan.

Jam operasional stasiun kereta api Tanah Abang juga diperbaharui untuk mengurangi keramaian dari kawasan tersebut. Mulai Senin, 3 Mei 2022 stasiun kereta api Tanah Abang tidak melayani penumpang dari pukul 15.00 hingga 19.00 WIB. Jadi tidak ada penumpang yang naik ataupun turun di jam tersebut. Selain jam tersebut, jadwal KRL masih normal seperti biasanya.

Baca Juga : Melintasi Lautan, Ini Jalur Kereta Api Yang Berjalan Di Atas Air

Perubahan kebijakan ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencegah penyebaran virus yang jika dibiarkan akan semakin parah seperti di India. Mari I-Listeners, patuhi protokol kesehatan sehingga rantai penyebaran virus dapat terputus.