iRadio namu bersama Menkopolhukam Luhut Pandjaitan

79
0

Beberapa waktu lalu penyiar Ian Saybani mendapat tugas khusus dalam program iRadio Namu, kali ini tim iRadio berkunjung ke rumah Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan RI, Luhut Pandjaitan.

Dalam wawancara ini terungkap bahwa, Bapak Luhut sangat aktif dalam olahraga seperti judo, renang, dan terjun payung.

Dan ternyata Bapak Luhut pernah menjadi atlet renang mewakili provinsi Riau pada tahun 1963 dalam kategori gaya dada untuk PON di Bandung. Berlatih renangnya, beliau pernah berenang di sungai Siak ketika masih bersih dan belum tercemar seperti sekarang.

Selain berenang, Bapak Luhut dulunya memang bercita-cita sebagai militer, awalnya waktu RPKD turun di Pekanbaru tahun 58, mereka waktu itu terjun di Simpang tiga. Dengan melihat ini menjadi awal mula dirinya berminat untuk masuk di bidang militer pada dekade itu.

Tetapi keinginan Luhut kecil tidak dijinkan oleh ayahnya untuk menjadi seorang militer, karena sang ayah ingin Luhut kecil menjadi Insinyur. Beliau lalu meneruskan sekolah SMP, SMA di Bandung.

Semasa di Bandung, Luhut kecil meneruskan tekadnya secara diam-diam dengan dukungan paman untuk menjadi militer. Dan akhirnya beliau menjadi sukses, beliau juga pernah menjadi angkatan tebaik pada tahun 1970.

Kegiatan militer itu sendiri sangat mempengaruhi kehidupan Bapak Luhut Pandjaitan, dalam hal kedisiplinan, team work, dan keberanian mengambil keputusan.

Dengan pekerjaannya yang sekarang, Bapak Luhut mempunyai pesan untuk anak muda yang minat berpolitik, yaitu menjaga dignity atau harga diri, kehormatan, dan pada dasarnya harus punya hati.

Di dalam pekerjaan ini beliau juga memberi pesan, untuk selalu menjaga kepercayaan terhadap orang lain. seperti di era kepresidenan Gusdur, beliau diberi kepercayaan, dan menjadikan beliau seperti yang sekarang di era Presiden Jokowi.

Berjalannya waktu, Bapak Luhut juga membangun Institut Teknologi Del di dekat Danau Toba, yang sekarang sudah berjalan hampir 15 tahun, dan bertujuan untuk subsidi pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu tetapi pintar.

Dengarkan dan dapatkan inspirasi menarik dari tokoh-tokoh publik lainnya dalam acara iRadio Namu berikutnya ya.

[teks Riza Fahlefi | foto makassartimes.com / googleimage]

LEAVE A REPLY