Fakta Dibalik Kata “Pamali”

90
0
Pamali
Pamali

Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan kata Pamali. Hampir semua orang Indonesia pernah dilarang oleh orangtua ataupun nenek dengan kata tersebut. Banyak yang percaya dan juga banyak yang menganggap itu hanya sebagai mitos. Disamping itu semua, ada beberapa fakta menarik dari Pamali yang bisa Anda baca.

Duduk Di Atas Bantal Bisa Bisulan

Duduk Atas Bantal

Kalau dipikir dengan logika, ketika kita tidur menggunakan bantal, maka kepala juga bisa bisul, kan? Di samping itu semua, fakta sebenarnya orang tua zaman dulu melarang duduk di atas bantal adalah berkaitan dengan kesopanan. Karena bantal dipergunakan untuk tidur dan tidak etis jika sesuatu yang digunakan sebagai sandaran kepala dijadikan alas untuk bokong kita.

Makan Depan Pintu Bikin Susah Cari Jodoh

Makan Depan Pintu

Apakah ada di antara kita yang sampai sekarang masih jomblo atau tidak punya pasangan? Coba ingat kembali, dulu pernah makan atau duduk di depan pintu atau tidak? Padahal, tidak ada sangkut pautnya antara belum mendapatkan jodoh dengan makan di depan pintu. Fakta sebenarnya mitos ini adalah untuk menakut-nakuti supaya Anda tidak makan di depan pintu, karena akan menghalangi orang yang lewat. Ingat, orang yang lewat ya, bukan jodoh.

Baca Juga : Fakta tentang macet dan parkir di Jakarta

Menyisakan Makanan Bisa Bikin Ditinggal Rombongan

dinner

Orang zaman dulu sering menyuruh kita untuk tidak menyisakan makanan, katanya jika menyisakan makanan, sewaktu lagi jalan-jalan kita akan ditinggal oleh teman ataupun rombongan. Ternyata, menyisakan nasi merupakan hal yang dianggap tidak baik, karena akan mubazir. Oleh karena itu, orang tua zaman dulu sering melarang kita dengan mengatakan pamali.

Bagaimana I-Listeners, apakah Anda masih percaya dengan mitos atau Pamali seperti yang sudah disebutkan di atas? Kita ambil baiknya saja ya, kata Pamali sebenarnya punya tujuan yang bagus, sebagai kata yang dapat mencegah seseorang berperilaku yang dapat membahayakan diri sendiri atau mengganggu orang lain.

Sumber