Demi Menjaga Perasaan, Motif Pembunuhan Brigadir J Belum Diumumkan Polri

17
0
Demi Menjaga Perasaan, Motif Pembunuhan Brigadir J Belum Diumumkan Polri

Indonesia belakangan ini diramaikan terkait kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Hingga saat ini masyarakat masih penasaran denga motif pembunuhan yag terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo.

Meski demikian, Komjen Agus Andrianto selaku Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen menyatakan penyidik tidak akan mengumumkan motif kasus pembunuhan Brigadir J. Agus mengatakan sementara ini informasi tersebut hanya untuk kalangan penyidik dan berharap akan terbuka sendiri nantinya saat persidangan.

Demi Menjaga Perasaan, Motif Pembunuhan Brigadir J Belum Diumumkan Polri

“Untuk menjaga perasaan semua pihak, biarlah jadi konsumsi penyidik dan nanti mudah-mudahan terbuka saat persidangan,” kata Agus kepada wartawan mengutip dari CNN Indonesia, Kamis (11/8/22).

Komjen Agus Andrianto  juga menyinggung pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyebut bahwa motif kasus pembunuhan Brigadir J hanya boleh dikonsumsi orang dewasa. Menurut Mahfud, pembunuhan itu berlatar belakang hal yang terlalu sensitive.

Demi Menjaga Perasaan, Motif Pembunuhan Brigadir J Belum Diumumkan Polri

Sampai saat ini, Polri telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J. Selain Sambo, tiga tersangka lainnya yaitu Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, dan KM. Sambo, Bripka RR, dan KM dijerat Pasal 340 terkait pembunuhan berencana subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 juncto 56 KUHP. Disisi lain, Bharada E dijerat Pasal 338 tentang pembunuhan juncto Pasal 55 dan 56 KUHP.

Baca Juga: Mengenal Komplotan Pencuri di Poster Terbaru Film “Mencuri Raden Saleh”

Informasi terbaru menyebutkan bahawa Irjen Sambo menyuruh melakukan pembunuhan dan membuat skenario seolah-olah terjadi tembak-menembak. Dirinya melepaskan beberapa kali tembakan ke dinding menggunakan senjata api milik Brigadir Yosua.

 

Penulis: Fadia Syah Putranto