Dear fresh graduates, tidak perlu khawatir kesulitan mencari kerja. Memang sih melepaskan titel pengangguran tidak semudah yang dibayangkan. Namun, di sini ada strategi untuk membantu Anda segera mendapatkan pekerjaan idaman begitu lulus kuliah.

Put Yourself First

Hmmm, akui deh berapa kali Anda menolak pekerjaan atau enggan untuk apply karena menganggap pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan keinginan orangtua atau kurang keren di mata teman-teman. Bukannya tidak boleh mendengar saran orangtua dan the girls, tetapi penting pula untuk “mendengar” isi hati Anda.

Coba deh luangkan waktu untuk mengeksplor apa yang diinginkan. Sehingga, Anda bisa lebih fokus untuk mencari pekerjaan yang benar-benar bisa membawa manfaat lebih untuk Anda. Tidak hanya itu, di masa depan pun Anda cenderung lebih puas akan pekerjaan yang dijalani kalau tahu apa yang Anda mau.

Punya Opsi Cadangan

Mendaftar kerja hampir sama dengan mendaftar kuliah. Anda boleh punya kantor “idaman”, tetapi tidak ada salahnya juga untuk mempertimbangkan kantor “cadangan”. Jadi, boleh kok untuk punya pilihan yang beragam daripada hanya terpaku pada satu atau dua kantor saja. Siapa tahu di kantor “cadangan” Anda malah memiliki kesempatan yang lebih baik untuk mengembangkan karier.

Terapkan “2/3 Rule”

Banyak yang berpikir, ketika sebuah lowongan pekerjaan meminta 10 poin dalam kualifikasi pekerjaan, Anda harus memenuhi 10 poin tersebut. Padahal, tidak selalu seperti itu kok. Terapkan saja “2/3 Rule”, yang artinya Anda boleh apply sebuah pekerjaan ketika bisa memenuhi 2/3 dari poin kualifikasi yang diminta. Namun, harus diingat pula: jika sebuah pekerjaan meminta pengalaman paling tidak tujuh tahun dan Anda cuma punya pengalaman satu tahun, kemungkinan mendapatkan pekerjaan tersebut juga kecil.

“Bersihkan” Timeline Media Sosial

Masih berpikir kalau media sosial bukan jadi hal yang penting saat melamar kerja? Think again. Dewasa ini, para employer (alias mereka yang menerima Anda) kerap kali menilai profesionalitas seseorang lewat media sosialnya. Lagi pula kemungkinan employer atau teman employer atau kenalan employer mengenal Anda di media sosial juga tinggi. Remember, lewat internet Anda bisa bertemu siapa saja.

Jadi, bukan ide yang buruk untuk membersihkan media sosial Anda dari obrolan soal gosip, kata-kata kasar, atau hal lainnya yang bisa dianggap tidak profesional.

Sesuaikan CV

Okay, tidak heran kalau Anda sulit mendapat pekerjaan kalau tidak menyesuaikan CV dengan job description. Setiap pekerjaan yang ditawarkan tiap perusahaan akan memberikan job description yang berbeda, dan sebaiknya Anda juga membuat CV yang bisa mendukung job description tersebut.

Selain itu, ketika Anda apply ke perusahaan besar, ada kemungkinan CV diperiksa oleh sistem robot sebelum diperiksa oleh employer. Hal ini membuat keyword aka kata kunci jadi hal yang penting. Coba cek di WordClouds.com apakah CV Anda memiliki kata kunci yang sama dengan job description. (Hana Devarianti / SW / Image: ESB Professional/shutterstock/clickphotos)

Source: Cosmopolitan Indonesia

I-Listeners, terus dengarkan IRadio FM melalui streaming di sini atau download di iOS dan Google Play Store!

Baca juga:
“The Doll 2”, siap mengguncang bioskop Indonesia!
Hal-hal berikut ini bikin nostalgia ke tahun 90an!
Akan berlibur ke luar negeri? Perhatikan dulu 5 hal ini

SHARE