sambal setan BU Mut 2

Di tempat ini, sajian istimewa mereka justru sambal ekstra pedas, yang bisa membuat semua lidah orang serasa terbakar. Warung tenda ini menyediakan lauk berupa ayam dan berbagai ikan. Seperti ikan mas, gurami, bawal, mujair, dan lele yang semuanya digoreng pada wajan besar.

Tak jauh dari wajan ini, terlihat cobek batu berukuran besar dan ulekannya untuk membuat sambal pedas khas bikinan Bu Mut.

Semua menu di sini, disajikan hampir sama. Ikan lele goreng pada sebuah piring dengan potongan timun, dan kangkung rebus. Kemudian sambal di piring terpisah.

Daging lele digoreng sampai permukaannya berwarna cokelat cerah dan renyah. Sementara bagian dalamnya, masih berwarna putih dan agak basah. Untuk sambalnya, bisa terlihat kulit dan biji cabai yang belum terulek halus.

Warna merahnya begitu pekat, menandakan pedasnya sambal itu. Sekali cocol, semua bagian bibir dan lidah langsung tersengat panas. Namun, di situ justru seni memakan sambal setan khas Cirebon buatan Bu Mut ini.

Bagi I-Listeners yang tidak terlalu suka pedas, sambal ini bisa diredakan dengan mencampurnya sama kecap atau cukup mencocolnya sedikit saja. Menu di sini bisa Anda nikmati mulai Rp 2 ribu untuk lauk pauknya seperti tahu-tempe atau ati ampela, dan untuk menu utama mulai Rp 10 ribu. Sedangkan untuk penutupnya, tersedia aneka minuman ringan.

Berani coba? Jika iya, mampirlah sekitar pukul 6 sore, karena rumah makan ini mulai buka saat matahari terbenam, sampai sekitar jam 2 dini hari. Selamat mencoba!

IListeners mau ikutan kuis TTS berhadiah mobil? Buruan daftar dan download formulirnya DI SINI!

[teks & foto Tim NewsRoom]
Baca juga:
Bastian Steel berbagi cerita mengenai “Lelah”
Cerita di balik lagu “Mercusuar” dari Kunto Aji
Raditya Dika siap beradu akting dengan Pevita Pearce