Jakarta (10/11), Presiden Joko Widodo menjadi Inspektur Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata Jakarta Selatan. Hadir juga Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menteri Kabinet Kerja, Kepala Lembaga Tinggi Negara serta undangan lainnya.

Tiba lebih awal di TMPNU Kalibata, Presiden yang juga didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo juga memimpin peringatan Pertempuran 10 November di Surabaya, Jawa Timur. Sebagai tanda, dibunyikan sirene selama 60 detik. Presiden juga meletakkan karangan bunga dan melakukan tabur bunga di makam para pahlawan nasional.

Dikesempatan yang sama, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkokoh semangat persatuan, kesatuan dan persaudaraan untuk membangun negeri.

Menurutnya, peringatan Hari Pahlawan 10 November harus menjadi momentum bagi seluruh anak bangsa untuk kembali bersatu padu mengatasi segala permasalahan bangsa yang kita hadapi. Saat ini, kata dia, komitmen bangsa akan pentingnya persatuan, toleransi dan keberagaman tengah diuji.

Jangan memberi ruang bagi mereka  yang tidak suka melihat kondisi Indonesia yang guyub, aman, tenteram dan damai. Jangan memberi peluang bagi siapapun yang  berusaha memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa dengan cara apapun, apalagi yang berusaha  membenturkan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya dengan berita hoax dan sebagainya,” ungkap Khofifah.

Khofifah mengatakan, persatuan dan kesatuan bangsa adalah janji kemerdekaan yang harus ditunaikan. Janji mewujudkan sebuah republik yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Dan janji tersebut, hanya bisa terlaksana apabila seluruh elemen bangsa bersatu.

Gelar Pahlawan Nasional

Sementara itu, pada peringatan Hari Pahlawan tahun ini Pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada empat orang anak bangsa yang dinilai berkontribusi besar untuk Indonesia.

Masing-masing yaitu TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid tokoh asal Nusa Tenggara Barat, Laksamana Malahayati (Keumalahayati) tokoh asal Nanggroe Aceh Darussalam, Sultan Mahmud Riayat Syah tokoh asal Kepulauan Riau, dan Lafran Pane tokoh asal Daerah Istimewa Yogyakarta.

Penganugerahan ini diputuskan melalui Kepres RI No 115/TK/tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan bersidang pada Oktober lalu.

Dengan penganugerahan keempat pahlawan nasional baru tersebut, maka jumlah Pahlawan Nasional Indonesia saat ini berjumlah 173 orang yang terdiri dari 160 orang laki-laki dan 13 orang perempuan. Para pahlawan tersebut berasal dari sipil dan juga TNI/Polri.

[teks tim newsroom | foto marbun]

 

SHARE