Beberapa waktu kemarin, sebuah video yang memperlihatkan banjir bandang yang terjadi di Bogor tersebar luas dan menjadi viral. Kira-kira banjir bandang seperti yang terjadi di Bogor bisa terjadi di Jakarta atau nggak ya?

Daripada khawatir berkelanjutan, bersama Kamal Rasyid dan Ermilia Tania Sari kedatangan Kepala BPBD DKI Jakarta Husein Murad membahas mengenai kejadian tersebut di Jakarta Menjawab.

Q: Membicarakan banjir bandang yang terjadi di Bogor, apakah mungkin itu terjadi juga di Jakarta?

A: Bicara soal banjir, memang kemarin Jakarta sempat tergenang. Ini terjadi karena curah hujan tinggi di hulu (Jabodetabek) sehingga membuat sungai-sungai di Jakarta yang belum selesai di normalisasi meluap ke permukaan.

Tetapi syukur bagi Jakarta, karena memang kita berada di dataran rendah, jadi tidak ada daerah yang curam dimana air bisa menerjang dengan keras. Mudah-mudahan hal seperti yang di Bogor tidak terjadi di Jakarta.

Namun, Jakarta dialiri oleh 13 sungai dari dataran tinggi dan bermuara di Jakarta, jadi berpotensi tergenang. Oleh karena itu, Pemerintah Jakarta tidak henti-hentinya selalu melakukan upaya-upaya agar Jakarta tidak tergenang lagi.

Q: Di Jakarta sendiri ada 13 sungai, bisa dijelaskan untuk titik-titik terjadinya genangan itu sendiri?

A: Yang menggenangi Jakarta itu tinggal sungai-sungai yang normalisasi nya belum selesai. Misalnya sungai Ciliwung, mengalir dari hulu dan bermuara di Pantai Utara. Sepanjang sungai Ciliwung ini telah dilakukan normalisasi, tetapi ada spot-spot yang belum. Jadi kuncinya adalah menyelesaikan normalisasi sungai-sungai yang ada di Jakarta ini, tentu kita akan terhindar dari banjir.

Q: Katanya ada hambatan dalam normalisasi, karena hujannya masih belum berhenti, apa yang dilakukan dalam jangka pendeknya Pak?

A: Jadi selama normalisasi ini belum rampung, Jakarta di beberapa titik masih bisa tergenang. Oleh karena itu, kami khususnya dari BPBD dalam rangka bagaimana kita mengantisipasi, kita selalu mengamati tinggi permukaan air.

Karena ini berpengaruh terhadap apakah sungai tersebut akan meluap atau tidak. Kemudian setelah kita analisa, kita memberi peringatan kepada warga dengan alat yang bernama DWS (Disaster Warning System).

Apabila pintu air Katulampa sudah menunjukkan naik pada siaga III, berarti dari Katulampa mengalir sampai Jakarta sekitar 9 jam. Sehingga kita membunyikan alat tadi untuk memberikan peringatan kepada warga. Tinggi permukaan air sendiri selalu kita update informasinya di Twitter dan website BPBD Jakarta.

Q: Seperti apa penyuluhan yang dilakukan BPBD Jakarta untuk masyarakat?

A: Kita selalu melakukan semacam simulasi jika terjadi banjir. Bagaimana mengantisipasinya, bagaimana cara mengungsinya, hingga bagaimana membuka dapur umumnya.

Hal itu dilakukan di daerah-daerah yang memang rawan banjir. Kita berharap masyarakat sendiri bisa berdaya jika terjadi banjir.

IListeners mau ikutan kuis TTS berhadiah mobil? Buruan daftar dan download formulirnya DI SINI!

[teks: Rivat Adi Mulya | foto: dok. IRadio FM]

Baca juga:
9 Manfaat minum air putih
Logan menjadi film perpisahan bagi para mutant pendahulu
Fakta menarik seputar konser It’s Me BCL