Air memang berperan penting, I-Listeners! Berbagai kebutuhan dalam kehidupan kita sehari-hari sangatlah membutuhkan air. Dan air yang digunakan juga harus air yang bersih.

Di Jakarta Menjawab kali ini bersama Kamal Rasyid dan Ian Saybani dengan narasumber Meirita Maryanie sebagai Kepala divisi Coorporate Communication and Social Responsibility Palyja, serta Irma Damayanti selaku Institutional Relation and CSR Department Head Palyja akan membahas permasalahan air bersih di Jakarta.

Q : Bagaimana kondisi air di Jakarta saat ini?

A : Aman-aman saja. Tetapi, masih banyak yang kekurangan air. Jadi cakupannya itu sendiri untuk air pipa di Jakarta baru mencapai 60% dari seluruh Jakarta. Untuk Jakarta Utara dan Jakarta Barat khususnya, sudah diharuskan untuk memakai pipa air bersih.

Meskipun di Palyja sendiri pipanya sudah disiapkan kira-kira 72% dan ada beberapa pelanggan-pelanggan Palyja tidak mengikuti peraturan maka aliran airnya kami putus.

Q : Apakah di Jakarta Utara, apabila menggunakan air harus memakai pipa?

A : Semua sama. Tetapi untuk membawa air ke Jakarta Utara, bukan suatu hal yang mudah. Karena selain jaraknya yang jauh, Jakarta Utara yang dahulunya bernama Batavia sudah mempunyai ledeng yang mulai sejak tahun 1922.

Dan kami tidak bisa sembarangan membongkar heritage. Ataupun memasang pipa baru melewati itu juga tidak mudah. Jadi, harus dipikirkan lagi WTP atau instalasi pengolahan air yang ada di Jakarta Utara.

Sejak tahun 1998, kami bekerja sama dengan PAM Jaya tidak ada tambahan air baku dan pelanggannya juga tidak signifikan.

Dengan perkembangan teknologi Water Sector Industry Swiss, mereka mengembangkan teknologi bagaimana caranya mengolah air dari 13 sungai yang ada di Jakarta dan kami tidak banyak untuk bisa mengambil air.

Q : Apakah itu semua disebabkan oleh air?

A : Dari sisi kuantitas dan debitnya sudah berkurang karena mungkin lebih banyak sampah dari pada air. Oleh sebab itu, Palyja didukung oleh pemegang saham Swiss untuk mengembangkan teknologi yang bisa mengolah air limbah domestik. Dilakukan pre-treatment terlebih dahulu lalu diolah. Dan di akhir tahun lalu, PAM Jaya sudah membantu kami untuk membangun IPA (Instalasi Pengolahan Air) di dekat Jakarta Utara.

Q : Kira-kira ketersediaan air bersih di Jakarta sampai tahun berapa?

A : Kami tidak bisa memastikan sampai tahun berapa. Tetapi ketika kami mengalami krisis air, kami mengambil air baku dialirkan dari kalimalang.

Q : Berbicara mengenai teknologi, apa yang sudah diterapkan di Jakarta? Dan apakah sudah dilakukan penyulingan air laut?

A : Penyulingan air laut sebetulnya sudah bisa kami lakukan untuk Jakarta Utara. Akan tetapi, dengan kondisi yang seperti ini harus diambil agak ke tengah dan membutuhkan biaya. Dan hanya dia yang harus memproses air itu sendiri perkubiknya itu US$ 1.

IListeners mau ikutan kuis TTS berhadiah mobil? Buruan daftar dan download formulirnya DI SINI!

[teks Miranti | foto cknet.ina.org]

Baca juga:
Pandji Pragiwaksono mulai menggarap film komedi
Tiga tempat wisata menarik di Kebumen
Godbless bercerita mengenai rencana tur mendatang