Pengin Mudik Lebaran, Begini Cara Menghitung Biayanya!

19

Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran menjadi momen yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga besar dan kerabat. Maka tak heran, dalam masyarakat kita, mudik atau pulang kampung adalah kegiatan rutin yang dilakukan menjelang lebaran.

Biasanya puncak mudik terjadi H-3 sebelum lebaran. Nah, lantaran mudik termasuk musim high season, biaya transportasi dan akomodasi pun akan lebih mahal daripada biasanya. Alhasil, Anda pun harus siap-siap merogoh kocek lebih dalam lagi. Pastinya perlu mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Nah, agar mudik tidak menguras seluruh dana dan tabungan Anda, sebaiknya hitung anggaran mudik jauh-jauh hari. Bahkan beberapa pakar keuangan menyarankan Anda untuk menyiapkan anggaran setahun sebelumnya. Berikut biaya yang perlu dipersiapkan saat mudik:

Biaya transportasi
Ada beberapa moda transportasi yang dapat menjadi pilihan saat mudik, seperti mobil pribadi, bus, kereta api, pesawat dan kapal laut. Masing-masing pilihan moda tersebut memiliki biaya yang berbeda.

Kalau Anda menggunakan mobil pribadi, sebaiknya mengecek kondisi kendaraan dan menyiapkan anggaran untuk bahan bakar, baik untuk perjalanan mudik hingga pulang kembali ke rumah.

Apabila memilih transportasi umum, tentunya Anda harus membeli tiket. Belilah tiket round trip jauh-jauh hari, paling tidak 3 bulan sebelumnya. Soalnya, bila Anda membeli tiket mendekati Lebaran, harganya akan melonjak tajam.

Biaya selama perjalanan
Selanjutnya, buatlah daftar biaya selama perjalanan, termasuk biaya makan dan minum, obat-obatan, oleh-oleh dan sebagainya. Hitung biaya-biaya ini sesuai dengan durasi atau lamanya Anda di perjalanan. Misalnya, bila perjalanan mudik membutuhkan waktu selama 2 hari maka perhitungkan biaya makan, minum dan lain-lainnya.

Biaya akomodasi
Nah, karena mudik ke rumah orangtua, jadi kemungkinan besar Anda tidak perlu mengeluarkan biaya menginap di tempat tujuan. Tapi sebaiknya, Anda tetap anggarkan biaya akomodasi, terutama bagi Anda yang menggunakan mobil pribadi. Karena jumlah pemudik yang sangat banyak, kemungkinan perjalanan ke kampung halaman membutuhkan waktu lebih lama daripada biasanya.

Untuk memulihkan tenaga, sebaiknya dalam perjalanan, Anda menginap di hotel atau penginapan sebelum melanjutkan perjalanan di hari berikutnya.

Biaya open house dan angpau
Di hari H Lebaran, Anda dan orangtua mungkin mengadakan open house untuk bersilaturahmi dengan orang-orang terdekat. Meskipun bukan Anda yang jadi tuan rumah, tapi alangkah baiknya jika Anda memberikan dana tambahan kepada orangtua. Selain itu, jangan lupa menyisihkan sebagian dana sebagai ‘angpau’ untuk keponakan dan lainnya.

Biaya rekreasi
Dua atau tiga hari setelah hari H Lebaran, Anda mungkin merencanakan menikmati liburan bersama keluarga dengan mengunjungi tempat rekreasi. Karena itu, siapkan dana berupa tiket masuk, transportasi dan biaya makan-minum selama berekreasi tersebut.

Biaya pulang
Jangan menghabiskan semua dana untuk mudik ya. Soalnya, Anda masih membutuhkan biaya untuk pulang kembali ke rumah. Sebaiknya simpan dana ini sendiri dan jangan diutak-atik. Untuk jumlahnya bisa disesuaikan dengan biaya saat pergi.

Nah, selamat menghitung biaya mudik lebaran Ilisteners! (Meiskhe/HH/dok.Freepik)

Sumber Mother and Baby Indonesia