Jakarta (14/02) Pemprov DKI Jakarta luncurkan Program OK-Otrip. Program ini menerapkan sistem angkutan jalan terintegrasi, mulai dari integrasi rute dan layanan, manajemen, hingga pembayaran.

Soft launching program ini dilakukan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, di Pendopo Balai Kota, kamis (14/12).

Dalam OK-Otrip, pelanggan cukup membayar maksimal Rp 5,000,- untuk satu tujuan perjalanan, sekalipun dengan bergonta-ganti moda dari angkutan kota, bus sedang, dan Transjakarta.

Untuk diketahui, dengan program OK-Otrip ini, pelanggan membayar secara non-tunai untuk sebuah perjalanan dengan menggunakan sejumlah moda transportasi massal angkutan jalan dalam durasi maksimal tiga jam perjalanan. Nantinya, manajemen transportasi angkutan jalan di Jakarta akan menjadi satu kesatuan dalam PT Transportasi Jakarta, mulai dari angkutan umum (angkot), angkutan bus sedang, dan Transjakarta.

Uji coba program OK-Otrip akan dilaksanakan selama tiga bulan, terhitung pertengahan Januari 2018 hingga April 2018. Uji coba dilakukan di empat wilayah kota administrasi Provinsi DKI Jakarta, di antaranya kawasan Jelambar (Jakarta Barat), kawasan Duren Sawit (Jakarta Timur), kawasan Warakas (Jakarta Utara), kawasan Lebak Bulus (Jakarta Selatan).

Area tersebut dipilih selain karena merupakan kawasan padat penduduk yang belum terjangkau oleh layanan angkutan umum, juga karena rute yang melintasi banyak fasilitas umum, lebar jalan lingkungan lebih dari lima meter, overlapĀ  rute angkutan umum kurang dari 20 persen, serta terhubung dengan feeder dan koridor Transjakarta. Adapun implementasi OK-Otrip untuk se-DKI Jakarta ditargetkan telah terintegrasi pada tahun 2020.

[teks tim newsroom]

SHARE