Shutter_Island_still05_web

Jakarta (19/03/10) Pada tahun 1954, US Marshal Teddy Daniels dan mitra barunya Chuck Aule ditugaskan menyelidiki pelarian seorang pasien berbahaya dari sebuah  rumah sakit khusus di sebuah lokasi terpencil bernama Pulau Shutter atau shutter Island. Teddy, yang merupakan marshal legendaris ini, ternyata sulit membuka informasi secara gamblang.

Para penghuni rumah sakit seakan bungkam dan menyimpang rahasia. Apalagi ketika Teddy menyebut sebuah nama, seolah-olah semua penghuni memilih tutup mulut dan ketakuta. Penyelidikan Teddy makin buntu, ketika ia terserang migren dan dihadang cuaca buruk. Satu demi satu Teddy menegak obat yang diberikan pada dokter. Lama-kelamaan Teddy semakin mirip dengan penghuni rumah sakit tersebut. Ia pun mengalami halusinasi tentang kematian istrinya. Dalam halusinasinya, Teddy sering memimpikan istrinya yang mengatakan orang yang membunuhnya ada di dalam rumah sakit itu juga. Teddy pun terobsesi mencari sang pembunuh sembari mengungkap misteri hlangnya seorang pasien yang menjadi misi awanya.

I-listeners, setelah Aviator dan The Departed, Leonardo DiCaprio kembali membuktikan kematangan aktingnya lewat film Shutter Island ini. Sutradara Martin Scorsese pun mampu memberikan tayangan 138 menit ini, ibarat menyusun sebuah puzzle yang rumit. Ceritanya disajikan dengan alur cerita yang lamban dan bergerak lincah, samar-samar dan kadang gelap. Shutter Island yang diangkat dari novel karangan Dennis Lehane ini pun menjadi rekor terbesar Scorsese di box office dengan pendapatan sebesar 40 juta dollar Amerika Serikat.(bas)

SHARE