Merasakan Nyaman dan Amannya LRT Jakarta

57

Ilisteners, proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase I yang dibangun PT Jakarta Propertindo (Jakpro), yang menghubungkan stasiun LRT Velodrome Rawamangun ke Kelapa Gading sepanjang 5,8 kilometer (km), sudah hampir rampung dibangun dan siap digunakan pada akhir tahun 2018 ini.

Sebelum digunakan untuk umum, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) melakukan uji coba mulai 15 Agustus 2018 sampai dengan 20 September mendatang. Namun, dalam uji coba itu hanya kalangan tertentu yang boleh mencobanya.

Uji coba internal LRT Jakarta ini bertujuan untuk menguji sejumlah hal terkait operasional LRT yakni uji integrasi sarana dan prasaran LRT, uji ketepatan waktu berangkat dan tiba LRT, dan juga sebagai sosialisasi dan edukasi masyarakat saat menggunakan LRT.

IRadio Jakarta pun berkesempatan untuk ikut mencoba naik LRT Jakarta dari stasiun LRT Velodrome Rawamangun ke Kelapa Gading.

Jarak tempuh Stasiun LRT Velodrome Rawamangun ke Kelapa Gading

Sama dengan Kereta Rel Listrik (KRL), LRT mewajibkan penumpangnya untuk tapping tiket sebelum masuk. Bedanya, di dalam peron ada gerbang kaca yang membatasi wilayah berdiri penumpang dan pintu masuk LRT sehingga lebih aman bagi penumpang.

Stasiun LRT Velodrome dan LRT Mal Kelapa Gading berjarak sekitar 5 kilometer dan melewati 6 stasiun LRT yang masih dibangun dan belum beroperasi. Untuk menempuh jarak tersebut, LRT hanya butuh waktu sekitar 10 menit saja. Rata-rata kecepatan kereta LRT saat ujicoba adalah 40 kilometer/jam.

Beda Antara LRT dan KRL

Berbeda dengan KRL, ukuran kereta LRT Jakarta lebih kecil dan kapasitas penumpangnya juga lebih sedikit yaki hanya 135 orang untuk 1 kereta. Istimewanya lagi, pintu kereta LRT tidak akan tertutup otomatis jika penumpang melebihi kapasitas.

Interior yang terdapat di dalam LRT juga terlihat lebih mewah, layaknya kereta eksekutif. Selain terdapat pegangan untuk penumpang yang berdiri, di LRT juga dilengkapi kursi prioritas, interkom darurat, pintu darurat, layar informasi, cctv.
Beda dengan KRL, kursi LRT menggunakan bahan stainless sehingga mudah untuk dibersihkan.

Tak terasa guncangan saat kereta berjalan

Hampir tidak terasa guncangan saat kereta bergerak adalah salah satu keunggulan kereta LRT dibandingkan dengan sehingga membuat penumpang seakan berada di ruang kedap suara dan nyaman tentunya.

Kereta LRT Produksi Korea Selatan

PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menggunakan kereta produksi perusahaan Hyundai Roterm di Changwon, Korea Selatan untuk proyek kereta ringan/light rail transit (LRT) Jakarta fase I koridor I Kelapa Gading-Velodrome.

Kereta ini juga memiliki banyak keunggulan. Sistem metronya akan menggunakan lintasan standard gauge dan dioperasikan dengan rel listrik ketiga berdaya 750 V DC, sama seperti kereta Amsterdam Metro di Belanda.

Adapun total berat kereta LRT Jakarta per trainset mencapai sekitar 35 ton. Total jumlah penumpang per set yang bisa dilayani kereta tersebut mencapai 278 orang dengan kondisi nyaman. [teks & foto timnewsroom IRadio]