Tidak hanya tertuang dalam sejumlah karya seni berupa kanvas atau bidang berdimensi saja, seni juga bisa diimplementasikan pada hidangan makanan. Ada satu sudut di Art Jakarta, bernama Pop-Up Restaurant. Chef Yann Bernard Lejard dari The Ritz-Carlton, Bahrain, akan menyapa Anda di Art Jakarta dan menunjukkan pada Anda keahliannya merangkai seni hidangan fine dining.

Chef Yann Bernard Lejard

Cosmo sendiri diberi kesempatan pertama untuk mencoba beberapa masakannya. Di dalam jajaran menu bertema Unity in Diversity ini, Chef Yann memasukkan beberapa bahan masakan dari dan buatan Indonesia, di antaranya buratta cheese yang diproduksi di Lombok, kedondong, jamur, hingga kecombrang. Ini dilakukannya untuk mencapai misi membangkitkan curiosity bagi para penikmatnya. Karena, Anda pasti akan penasaran seperti apa rasanya jika buratta cheese dipadukan dengan rempeyek, bukan?

Secara mengejutkan, ternyata perpaduan kedua elemen membuahkan hasil hidangan yang unik. Inilah pengalaman yang Chef Yann ingin Anda rasakan saat memakan masakannya. “Taste dan visual emotion adalah dua hal paling penting saat kita menikmati hidangan. Kita harus melihat beberapa hal dengan cara yang berbeda,” ujar sang koki di tengah presentasinya.

Menu berjudul mini tomato buratta ini ‘dihias’ percikan saus beetroot yang menghasilkan warna pink segar yang terlihat seperti cat.

Hidangan pembuka tersebut dilanjutkan dengan risotto creamy dengan truffle juice, telur yang dimasak dengan temperatur 53 derajat Celsius, dan jamur dari Bangka Belitung. Dihidangkan dalam porsi yang pas, rasa dan aroma truffle yang kuat menjadi peralihan yang tepat menuju dua hidangan berikutnya.

Pertama adalah signature octopus yang di atasnya diberi sorbet kedondong berasa asam manis dan segar. Di atas piringnya sang chef membuat ‘lukisan’ abstrak dengan saus hitam sari black lemon dan saus merah dari stroberi dan tomat.

Kedua adalah chicken rubbed cajun spice dengan potongan kecil setup buah nanas dan saus madu dari Indonesia. Potongan setup nanas yang manis memberi keseimbangan bagi gurihnya bumbu cajun yang tajam.

Sebagai penutup, Chef Yann dengan sangat luwes memeragakan keahliannya dalam membuat dessert soo artsy seperti ini:

Dessert apik buatan Chef Yann

Untuk pop-up resto Taste ini chef Yann berkolaborasi dengan Domisilium yang mendesain interior restonya. Konsep keduanya dipersatukan oleh penerjemahan akan karya seniman Bali yang berbasis di Inggris, Sinta Tantra.

Warna-warna pop yang kuat dan saling “nabrak” membuat pop-up resto ini semakin menonjol, apalagi dengan hidangan di atas meja yang juga tidak kalah artistik. Jadi, tidak ada lagi alasan untuk tidak mencobanya! (Silvya Winny / Image: dok. Instagram CosmoIndonesia, Artjakarta)

Source: Cosmopolitan Indonesia

I-Listeners jangan sampai ketinggalan berita-berita menarik! Terus dengerin 89.6 FM atau bisa streaming di sini.

Baca juga:
Tips wawancara kerja di bidang perhotelan
Pemerintah mengadakan vaksin rubela massal
We The Fest 2017 umumkan 5 artis baru!

SHARE