Dilansir dari pointofreturn.com, Dumolid adalah jenis obat yang termasuk dalam jenis benzodiazepine. Jenis obat-obatan ini sebenarnya sudah luas digunakan oleh kedokteran untuk mengatasi permasalahan gangguan syaraf.

Secara khusus, jenis obat-obatan ini pun digunakan untuk mengurangi gejala kecemasan dan gangguan kesulitan tidur (insomnia). Selain itu, obat-obatan ini juga berfungsi untuk mengatasi kelelahan otot, rasa nyeri pascaoperasi, membantu mengurangi ketergantungan alkohol, dan gangguan kesehatan yang terkait dengan kondisi kejiwaan lainnya.

Menurut Dr. Andri Sp. KJ, psikiater Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, jenis obat yang digolongkan sebagai psikotropika golongan IV ini memang terkadang diresepkan bagi pasien yang mengalami gejala kecemasan, insomnia, atau depresi. Tapi, penggunaannya harus dengan resep dokter. Bukan beli sendiri.

Dokter Andri menambahkan bahwa tanpa resep dari dokter, penggunaan Benzo termasuk ke dalam kategori penyalahgunaan dan melanggar hukum.

Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika menyebutkan bahwa seseorang yang memiliki dan/atau membawa psikotropika tanpa hak dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun dan dan pidana denda paling banyak Rp 100 juta.

Selain itu, Dumolid juga mempunyai efek ketergantungan yang bertahan lama. Saat seorang pengguna Dumolid berhenti menggunakannya, akan timbul perasaan cemas yang akut, demam, kesulitan tidur, hingga perasaan tak nyaman, seperti jantung berdebar atau peningkatan tekanan darah.

Source: Fitness For Men

I-Listeners, terus dengarkan IRadio FM melalui streaming di sini atau download di iOS dan Google Play Store!

Baca juga:
Cerita seru masa kecil para personil RAN
Sheryl Sheinafia jadi duta kampanye koleksi terbaru Adidas
Mager-mageran bareng RAN di IndoKustik!

SHARE