Salah satu kota di Sumatera Barat yang sarat dengan obyek wisata menakjubkan adalah Kota Bukittinggi. Kota tempat kelahiran salah seorang proklamor kemerdekaan Indonesia, Bung Hatta, ini beriklim sejuk, sangat cocok sebagai tempat tujuan wisata.

Jam Gadang

Terkenal sebagai landmark Kota Bukittinggi dan juga ikon pariwisata provinsi Sumatera Barat, Jam Gadang terletak di kawasan Taman Sabai nan Aluih. Jam Gadang yang artinya jam besar ini dibangun pada tahun 1926 dan merupakan hadiah dari Ratu Belanda dapa saat masa pemerintahan Hindia Belanda.

Keunikan dari jam setinggi 26 m ini terletak pada salah satu angka romawinya. Jika seharusnya angka romawi 4 adalah “IV”, yang tertulis adalah “IIII”. Hingga sekarang belum ada yang mengetahui dibalik keunikan tersebut, apakah sebuah kehilafan atau justru kesengajaan.

Selain bisa menikmati kemegahan Jam Gadang dengan latar belakang langit biru nan indah, di dekat Jam Gadang Anda bisa berkunjung sesaat ke Pasar Atas. Sesuai namanya, pasar yang terletak sedikit ke atas ini merupakan pusat perdagangan di Bukittinggi yang menjual berbagai barang, mulai dari sayur-mayur hingga berbagai kerajinan khas Bukittinggi.

Ngarai Sianok

Sering disebut sebagai Lembah Pendiang, Ngarai Sianok adalah lembah yang hijau dengan anak sungai berkelok-kelok yang menyusuri celah-celah tebing dengan latar belakang Gunung Merapi dan Gunung Singgalang. Ngarai yang terletak di perbatasan Kota Bukittinggi, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam ini dari jauh terlihat sangat indah.

Berkedalaman sekitar 100 m dengan panjang sekitar 15 km, Ngarai Sianok sepintas mirip dengan Green Canyon yang ada di Amerika Serikat. Sementara itu, tepat di dekat Ngarai Sianok terdapat Gua Jepang yang pernah digunakan sebagai tempat persembunyian para tantara Jepang pada jaman penjajahan dahulu yang oleh penduduk setempat sering disebut sebagai Lobang Jepang.

Benteng Fort De Kock

Benteng Fort De Kock adalah sebuah benteng peninggalan bangsa Belanda yang terletak kurang lebih 1 km dari pusat kota Bukittinggi, yakni di kawasan Jam Gadang, di terusan Tuanku nan Renceh.

Didirikan oleh Kapten Bouer pada tahun 1825, benteng ini merupakan benteng pertahanan bangsa Belanda dari gempuran rakyat Minangkabau, terutama sejak meletusnya Perang Paderi pada taun 1821-1837.

Tarusan Kamang

Tarusan Kamang sebenarnya merupakan danau yang sewaktu-waktu bisa mengering dan berubah menjadi padang rumput yang luas. Terletak di Kabupaten Agam, tempat wisata ini menawarkan keindahan alam kota Bukittinggi yang memesona dan sayang untuk dilewatkan.

Wisata Belanja

Selain Pasar Atas, Bukittinggi masih memiliki tempat yang akan memuaskan hobi berbelanja Anda, yakni Pasar Aur Kuning. Di sini Anda dapat membeli kerajinan khas Bukittinggi untuk oleh-oleh, seperti miniatur jam gadang, tas anyaman, sandal kulit, dompet berhias motif khas Sumatera Barat, serta kain border khas Bukittinggi. Harganya cukup bersahabat.

Di Pasar Aur Kuning juga banyak terdapat makanan kecil oleh-oleh khas Sumatera Barat seperti karupuak sanjai (keripik singkong ala daerah Sanjai di Bukittinggi) yang memiliki rasa pedas manis, serta karupuak jangek (kerupuk kulit) yang terbuat dari kulit sapi atau kerbau serta karak kaliang, sejenis makanan kecil khas Bukittinggi yang berbentuk seperti angka 8.

Jangan khawatir jika tidak sempat mampir ke pasar ini, karena di Bukittinggi masih ada banyak toko-toko besar yang menjual penganan khas Bukittinggi selain di pasar tersebut.

Teks Tim Mahligai Indonesia

I-Listeners jangan sampai ketinggalan berita-berita menarik! Terus dengerin 89.6 FM atau bisa streaming di sini.

Baca juga:
Petualangan Tarra Budiman mengejar cinta dalam film “Berangkat”
5 Makanan paling dicari saat musim hujan
Aturan untuk para pendatang baru di Jakarta